Regional

Masyarakat Ende Diminta Rubah Paradigma Lama Soal Sampah

ENDE,GlobalFlores.com- Kabid Pengelolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende, Fransiskus Xaverius, meminta agar masyarakat merubah paradigma lama soal sampah.

Hal ini dikatakanya saat menjadi pembicara pada kegiatan Bimbingan Teknis Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Kabupaten Ende di Aula Bina Kerahiman Ilahi, Selasa (20/10/2026).

Dikatakannya pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang wajib kita lakukan secara sinergis, mulai dari sumber timbulan hingga penanganan akhir.

“Saat ini, kita dituntut untuk mengubah paradigma lama. Sampah tidak boleh lagi hanya sekadar dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang ke TPA,”katanya.

Sesuai dengan prinsip Ekonomi Sirkular, kita harus memandang sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna dan dapat menghasilkan manfaat nyata melalui upaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular ini bukan hanya menjaga kelestarian alam Ende, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Ende memiliki komitmen kuat untuk mencapai target pengurangan sampah dalam Jakstrada sebesar 30 persen. Target besar ini mustahil dapat tercapai tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat di tingkat akar rumput,ungkap Fransiskus.

“Masyarakat memegang peran yang sangat penting, terutama dalam menekan volume sampah sejak dari rumah tangga melalui upaya pengurangan sampah dengan pembuatan kompos. Oleh karena itu, kehadiran kelompok-kelompok masyarakat, kader lingkungan, dan pengelola bank sampah di sini adalah ujung tombak keberhasilan kita,”ujarnya.

Jadilah pelopor dan agent of change yang membawa perubahan perilaku di lingkungan masing-masing, agar pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan dapat benar-benar tercipta di Kabupaten Ende,ujarnya.

“Pemerintah menyambut baik karena pengolahan sampah harus dilakukan bersama, mulai dari sumber timbul hingga pembuangan akhir. Masyarakat mesti memegang peran penting untuk mengurangi sampah melalui pembentukan kelompok masyarakat di tingkat lingkungan hingga RT,” katanya.

Fransiskus berharap, melalui kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah semakin meningkat. Pembentukan kelompok pengelola sampah di tingkat masyarakat juga diharapkan menjadi langkah konkret untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Fransiskus berharap Kabupaten Ende dapat menjadi pelopor pemilahan sampah mandiri di NTT. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (rom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan