Warga Keturunan Tionghoa Dari Tiga Kabupaten Gelar Acara Ceng Beng di Ende

ENDE,GlobalFlores.com-Bertepatan dengan Hari Paskah, Minggu (5/4/2026) warga etnis keturunan Tinghoa dari tiga kabupaten masing-masing, Ende, Nagekeo dan Ngada menggelar acara Ceng Beng di Kuburan Cina Lama, Kompleks Pasar Mbongawani, Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan,Kabupaten Ende.
Menurut dua orang pengurus Vinsensius TjuNg dan Johanes Paulus Lengkong, Ceng Beng (Qingming) adalah tradisi tahunan masyarakat Tionghoa untuk ziarah kubur dan membersihkan makam serta mendoakan leluhur sebagai wujud bakti dan juga penghormatan, serta mempererat silaturahmi keluarga.
Perayaan ini biasanya jatuh pada tanggal 5 April (atau 4-6 April) kalender Masehi.


Makna dari Ceng Beng adalah sebagai wujud bakti dan menghormati jasa leluhur dan orang tua yang telah meninggal yang ditandai dengan pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rumput liar sebelum sembahyang.
Dan dalam proses sembahyang juga dibawakan sesajian berupa berupa makanan dan lauk pauk seperti ayam juga babi dan ikan serta buah-buahan juga minuman berupa the dan arak juga dupa.
Selain itu juga dilakukan pembakran kertas sembahyang yakni membakar uang kertas dan aksesori kertas sebagai simbol pengiriman kebutuhan di alam para leluhur.
Sementara itu menurut tokoh senior Tionghoa, Frans Fernando, momentum Ceng Beng juga menjadi ajang kumpul keluarga atau reuni keluarga besar, baik yang tinggal di dekat makam maupun dari perantauan.
“Contohnya saya meskipun saya tinggal di Kupang namun karena saya berasal dari Ende maka saya datang ke Ende pada momentum Ceng Beng guna bersilahturahmi dengan saudara-saudara yang ada di Ende,”kata Frans.
Makna lain dari Ceng Beng ujar Frans adalah berdoa meminta keselamatan dan keberkahan.



