Tidak Semua Dirumahkan, Bupati Dorong 3000 PPPK di Kabupaten Ende Diangkat Jadi ASN
ENDE,GlobalFlores.com-Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda mengatakan apabila kebijakan anggaran biaya pegawai 30 persen jadi diterapkan mulai tahun 2027 maka pihaknya mendorong agar keberadaan 3000 tenaga PPPK di Kabupaten Ende untuk diangkat menjadi ASN sehingga hal ini tidak berdampak kepada keberadaan tenaga PPPK karena gajinya ditanggung oleh pemerintah pusat bukan lagi oleh pemerinah daerah.
Hal ini dikatakan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda,SH,M.H kepada wartawan,saat dikonfirmasi mengenai nasib 3000 tenaga PPPK di Kabupaten Ende, Jumat (27/2/2026) di Kantor Bupati Ende.
Bupati Yosef mengatakan terkait dengan keberadaan tenaga PPPK diharapkan pemerintah pusat juga lebih bijak dan apabila diharapkan pemerintah daerah tidak jadi “merumahkan”para pegawai PPPK maka diharapkan gaji tenaga PPPK ditanggung pemerintah pusat karena hal itu tentu lebih baik.
“Karena kalau sampai dirumahkan ini banyak sekali,bukan hanya mereka tetapi anak-anak mereka dan keluarganya jadi korban,”kata Bupati Yosef.
Menurut Bupati Yosef kalau ambil langkah 30 persen belanja pegawai maka diharapkan tenaga PPPK diangkat menjadi ASN atau minimal ditanggung gajinya oleh pemerintah pusat.
“Saya rasa itu yang paling tepat,”katanya.
Bupati Yosef mengatakan keberadaan tenaga PPPK dan persoalan 30 persen belanja pegawai menjadi permasalahan di hampir semua kabupaten dan kota serta provinsi di seluruh
“Saya kira begini problem itu semua kabupaten dan kota di seluruh Indonesia tetapi masing-masing kita punya cara. Kita juga lihat dengan kemampuan keuangan kita dan sampai hari ini kita masih dalam posisi devensif,”kata Bupati Yosef.
Menurut Bupati Yosef kedepannya kalau aturannya harus 30 persen belanja pegawai dan sekarang Kabupaten Ende sudah melebihi dari 30 persen tentu akan dilakukan pengurangan tenaga PPPK.
“Kalaupun harus terjadi pengurangan itu tidak terlalu banyak. Saat ini 3000 tenaga PPPK dan kalaupun terjadi pengurangan mungkin hanya 200 orang, jadi tidak terlalu banyak,”katanya.
Mungkin yang dikurangi itu tenaga non tehknis karena guru dan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan,ujar Bupati Yosef.



