Religi

Orang Katolik Diminta Agar Menjadi Garam Dan Terang Dunia Di Era Digital

Renungan, Minggu (8/2/2026) Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda telah menjadi Garam dan Terang Kristus ? Atau menjadi garam dan terang bagi diri sendiri ?.
Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa V.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 5: 13 – 16, yakni garam dunia dan terang dunia. Dalam bacaan Injil hari ini, pada suatu hari di atas bukit, Yesus berkata kepada para murid-Nya: “Kamu adalah garam dunia. Kamu adalah terang dunia.” Dua gambaran sederhana, namun mengandung misi yang abadi.

Garam bekerja diam-diam: memberi rasa, mencegah kebusukan, menjaga kehidupan dari dalam.

Terang justru tampak: menuntun, mengusir kegelapan, dan memberi arah. Di era digital, panggilan ini diuji. Dunia maya dipenuhi komentar penuh amarah, hoaks, dan arus negatif.

Lalu, bagaimana dengan posisi kita? Apakah kita menjadi garam yang menghadirkan damai di tengah percakapan panas? Dan apakah kita menjadi terang yang menyalakan kebenaran di tengah kabut informasi? Yesus mengingatkan bahwa: garam yang tawar tidak berguna, terang yang disembunyikan sia-sia.

Begitu pula IMAN yang tidak hadir dalam kehidupan digital akan kehilangan daya. Oleh karena itu, menjadi garam berarti: membagikan konten yang membangun. Juga menjawab atau merespon setiap postingan dengan hikmat.

Dan lebih dari itu, kita harus bisa menjadi pendamai di ruang obrolan yang memanas. Sedangkan menjadi terang berarti: kita menjaga integritas dalam berbagi informasi. Pun kita harus bisa menyuarakan kebaikan dengan KASIH.

Lebih dari itu, kita pun harus bisa menghidupkan profil digital dengan nilai Kerajaan Allah. Namun, kita perlu bertanya lebih dalam: apakah kita hanya menjadi garam dan terang bagi diri sendiri, sekadar mencari citra, pujian, dan popularitas?.

Atau kita sungguh menjadi garam dan terang Kristus, memantulkan KASIH-Nya, sehingga orang lain melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di surga?

Pesan Untuk Kita

“Jangan biarkan garammu larut dalam arus kebencian digital. Jangan biarkan pula terangmu redup oleh ketakutan atau kompromi dunia maya. Ingat, di balik layar ada jiwa-jiwa yang haus akan KASIH dan KEBENARAN. Jadilah garam dan terang Kristus, bukan sekadar garam dan terang bagi diri sendiri.”

Untuk itu,lihat kembali jejak digital kita sampai hari ini. Apakah lebih banyak mengasinkan dan menerangi, atau justru ikut menggelapkan?

Langkah kecil apa yang bisa kita ambil hari ini untuk memancarkan Kristus di ruang digital kita? Jadi, renungan ini mengingatkan kita akan panggilan sebagai garam dan terang yang tidak pernah berubah. Medianya boleh berganti, dari dunia nyata ke dunia digital, tetapi MISI tetap sama, yakni menjadi saksi Kristus yang hidup melalui aksi yang nyata. Semoga!!!

Pertanyaan refleksi

  1. Jejak Digital: Jika orang lain melihat riwayat media sosialmu, apakah mereka menemukan garam dan terang Kristus, atau hanya citra diri yang ingin dipuji ?.
  2. Orientasi Hati: Dalam setiap unggahan atau komentar, apakah motivasimu lebih untuk kepentingan pribadi, atau sungguh memantulkan kasih Kristus.?
  3. Langkah Nyata: Apa satu tindakan sederhana yang bisa kamu lakukan mulai hari ini agar ruang digitalmu menjadi tempat yang mengasinkan dengan damai dan menerangi dengan kebenaran.?

Selamat berefleksi dan Selamat berhari Minggu

Doa Singkat

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih karena Engkau memanggil kami untuk menjadi garam dan terang dunia. Di tengah derasnya arus digital, ajarilah kami agar tidak hanya menjadi garam dan terang bagi diri sendiri, tetapi sungguh memantulkan KASIH dan kebenaran-Mu.

Biarlah setiap kata, unggahan, dan tindakan kami membawa damai, menyingkapkan terang, dan menuntun orang lain untuk memuliakan nama-Mu. Sebab, Dikaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan