KulinerRagam

Warung Bangkalan Abah Turi di Kota Ende Tetap Eksis Ditengah Gempuran Aneka Kuliner, Apa Rahasianya

Bagi warga Kota Ende keberadaan warung Bangkalan Abah Turi bukan lagi suatu hal yang baru namun keberadaannya telah identic dengan Kota Ende.

Iya warung tersebut telah hadir di Kota Ende semenjak tahun 1973 dan kini telah memasuki generasi kedua.

Menurut pemiliknya, Haji, Munangwar, yang ditemui di tempat usahanya, Kamis (22/1/2026) mengatakan bahwa dia adalah generasi kedua yang mengelola warung tersebut karena sebelumnya orangtunya yang mendirikan warung Abah Turi di Kota Ende di tahun 1973.

Dan sepeninggalan orangtuanya maka mulai tahun 2010 dirinya lantas melanjutkan usaha kuliner tersebut.

Menjawab mengapa warung tersebut tetap eksis hamper 50 tahun lebih di Kota Ende, Haji Munangwar mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki tips atau rahasia bumbu tertentu karena yang mereka kedepankan adalah ramah melayani ketika tamu datang serta selalu menjaga cita rasa khas Warung Abah Turi yakni soto dan sate kambing yang menjadi trade mark warung itu.

Warung Abah Turi memang dari dulu menyediakan sate kambing yang menjadi menu utama yang mana daging kambing yang empuk serta ditaburi bumbu kacang yang kaya akan rasa menjadi “picah” di mulut para pengunjung warung.

Yang unik dari warung tersebut adalah keberadaan bumbu kacangnya yang tidak hanya sekadar menjadi pelengkap namun juga memberikan cita rasa khas yang membuat sate kambing yang berada di warung tersebut rasanya berbeda dari sate kambing di warung lainnya.

Maka tak heran hampir setiap hari warung tersebut “diserbu” oleh warga baik yang berada di Kota Ende ataupun yang datang dari luar Kota Ende.

Dan untuk memenuhi kebutuhan warung hampir setiap hari warung tersebut menyembelih satu ekor atau dua ekor kambing bahkan hingga 3 ekor.

“Iya pada saat pelaksanaan El Tari Cup tahun 2025 lalu kami menyembelih hingga 3 ekor kambing guna memenuhi permintaan warga terutama yang dating dari luar daerah seperti dari Kabupaten Ngada dan Nagekeo,”kata Haji Munangwar.

Meskipun terkenal dengan sate kambing namun para pengunjung warung juga bisa mendapatkan menu lain yang disediakan warung tersebut yakni, soto kambing juga bisa menjadi pilihan bahkan menjadi paduan yang serasi dengan sate kambing..

Bahkan saking terkenalnya terkadang para pengunjung dari luar daerah membawa sebagai oleh-oleh kuliner dari Ende.

“Beberapa waktu lalu ada orang yang justru membawa gule kambing dari warung ini justru ke Jakarta,”kata Haji Munangwar.

Untuk warga atau pengunjung yang menikmati menu lain di warung tersebut juga menyediakan berbagai variasi menu seperti seperti soto dan sate ayam juga ikan bakar maupun goreng.

Keberadaan warung tersebut terletak di tempat yang cukup strategis yakni di Jalan Kelimutu, Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah juga tidak jauh dari Pasar Potulando.

Bagi penikmat kuliner apabila hendak menikmati aneka rasa kuliner yang ditawarkan Warung Abah Turi selain bisa didapatkan di Jalan Kelimutu, warung tersebut kini telah dibuka di Jalan A Yani atau Jalan Bawah juga Jalan Gatot Subroto Depan Mall Barata juga di Kompleks Pelabuhan Bung Karno.

Selain di Kota Ende Warung Abah Turi juga telah membuka cabang di Labuan Bajo dan Ruteng.

Menurut Haji Munangwar, meskipun warung ini telah cukup terkenal namun mereka tidak tekabur dengan popularitasnya maupun nama besar tetapi mereka tetap mengedepankan kualitas dan pelayanan kepada semua pengunjung warung.

Warung tersebut didukung 15 orang karyawan yang bekerja secara bergantian sesuai jam kerja dan untuk jam kerja pertama mulai pukul 08 Wita hingga Pukul 15.00 Wita dan jam kerja kedua mulai pukul 15.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita.

Bagi karyawan yang bujang disediakan mess sedangkan yang berkeluarga tinggal diluar.

Untuk pengunjung yang membawa kendaraan baik mobil maupun motor tidak perlu kwatir soal parker karena di warung tersebut telah disediakan tempat parker yang cukup memadai.

Saat memasuki warung tersebut pihak pengelola juga menyiapkan dua ruangan sebagai pilihan untuk ber-AC dan non-AC sehingga dengan demikian pengunjung merasa nyaman saat menikmati makanan di warung tersebut layaknya di rumah sendiri.

Untuk warga terutama yang datang dari luar daerah ke Kota Ende rasanya tidak lengkap apabila belum menikmati menu khas di Warung Abah Turi.

Apabila setelah puas menikmati keberadaan Kota Ende maka akan terasa lengkap menikmati santapan siang maupun malam bersama keluarga di warung Abah Turi. (romualdus pius)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan