Walaupun Saudara Namun Mata Sakit dan Hati Pedih Ketika Kalah, Menanti Pembuat Sejarah Antara PSN Ngada dan Persena

Usai laga antara Persena Nagekeo melawan Persada Sumba Barat Daya yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Persena Nagekeo pada, Rabu (3/12/2025) tampak diantaranya sejumlah supporter PSN Ngada yang ikut merayakan kegembiraan tak kala Persena Nagekeo yang kerap disebut sebagai adik mengikuti jejak sang kakak PSN Ngada ke babak final Turnamen Sepakbola Piala Gubernur Liga IV ETMC 2025 di Kabupaten Ende.

Dengan berakhirnya babak semifinal yang mana sang kakak terlebih dahlu memastikan diri ke babak final setelah menang adu penalti melawan Bajak Laut dan berselang dua jam kemudian Persena Nagekeo akhirnya ikut juga lolos ke babak final.
Itu artinya pertemuan antara kakak dan adik di hamparan Stadion Marilonga tidak bisa terelakan lagi.
Dan laga selama 90 menit waktu normal dan bisa juga perpanjangan waktu bahkan adu penalty akan menjadi pembuktikan siapa yang akan menciptakan sejarah.
Berbicara tenyang sejarah kedua tim kakak beradik tentu sama-sama ingin menciptakan sejarah.
PSN Ngada ingin menciptakan sejarah sebagai tim yang bisa mendaptkan tropy ETMC di Stadion Marilonga. Rasa penasaran dua kali mencapai babak final namun selalu kandas masa kali ketiga lagi-lagi kandas.
Di tahun 1999 PSN pernah bermain di babak final namun kalah oleh Perse Ende dan di tahun 2017 juga masuk babak final juga kalah atas Perse Ende dan kini kali ketiga masuk ke babak final masa kembali kalah lagi. Bukan kah orang tidak mungkin terantuk pada batu yang sama berkali-kali.
Kembali ke euphoria supporter Persena yang merayakan keberhasilan Persena ke babak final tampak juga supporter PSN Ngada dan dia adalah Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Romilus Juji yang turun langsung ke lapangan ikut menyalami para pemain Persena dan juga jajaran manajer serta pelatih Persena Nagekeo.
Saat itu Romilus cukup lama berada di lapangan bersama dengan para pemain Persena Nagekeo dan setelah euforia mulai berkurang dan para supporter perlahan-lahan meninggalkan Stadion Marilonga, Romilus akhirnya keluar dari lapangan.
Dan ketika berada di lorong Stadion Marilonga, Romilus yang ditanya bagaimana laga final nanti yang mempertemukan antara kakak dan adik,dengan diplomatis,Romilus mengatakan walaupun kita saudara namun mata sakit dan hati pedih ketika PSN kalah.
Apa yang diungkapkan oleh Romilus itu pesannya jelas bahwa walaupun bersaudara namun dalam lapangan tidak ada istilah saudara,yang ada adalah lawan yang harus dikalahkan.
Bagi Persena lolos ke babak final adalah juga merupakan sejarah baru bagi mereka karena semenjak berpisah 18 tahun silam dengan Kabupaten Ngada, Persena Nagekeo belum pernah lolos ke babak final ETMC.
Namun demikian Persena ingin kembali menciptakan sejarah baru lagi menjadi juara ETMC di Stadion Marilonga sebagaimana diungkapkan pelatih Persena, Erasmus Marianus Dewadjo Aja.
Publik pencinta sepakbola tentu akan menantikan siapa yang akan menjadi pembuat sejarah karena hanya pihak yang menang lah yang menciptakan sejarah.
Apakah PSN yang akan menciptkan sejarah itu ataukah Persena lah yang menciptkan sejarah,mari kita nantikan.



