Di Hadapan Guru SMAK Regina Pacis Bajawa dan Seminari Yohanes Berchmans Todabelu, Frater Monfort Ungkap 7 Kebiasaan Agar Anak Indonesia Menjadi Hebat
BAJAWA,GlobalFlores.com-Berbicara pada kegiatan work shop di hadapan para guru dari SMAK Regina Pacis Bajawa dan Seminari Santo Yohanes Berchmans Todabelu,Mataloko,Kabupaten Ngada, Sabtu (4/10/2025), Rektor Universitas Katolik, (UNIKA), Widya Karya Malang, Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.Η., Μ.Α.Ρ., M.Ak., M.P. atau yang juga dikenal dengan panggilan Frater Monfort,mengungkapkan 7 kebiasaan agar Anak Indonesia menjadi anak-anak yang hebat.
Pada bagian awal materinya Frater Monfort mengatakan bahwa Pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, memiliki visi mewujudkan Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan delapan misi yang disebut Asta Cita.
Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengemban tugas untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang selaras dengan misi Asta Cita keempat yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pen- didikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perem- puan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Dikatakan SDM unggul tersebut harus mempunyai delapan karakter utama bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta ber- manfaat.
Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya. Jika kebiasaan ini diterapkan bertahun-tahun maka akan terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.
Frater Monfort mengatakan pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari disebut dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat terlaksana setiap hari, berkelanjutan, hingga menjadi budaya, dan terinternalisasi menjadi karakter. Pembentukan karakter ini membu- tuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak terutama keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media,ujar Frater Monfort.
Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, secara umum mempunyai manfaat untuk menumbuhkembangkan delapan karakter bangsa pada setiap individu anak atau peserta didik, yakni religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat.
Frater Monfort mengatakan secara khusus, manfaat tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yakni meliputi:
1 Bangun Pagi
Bangun pagi merupakan kebiasaan bangun di pagi hari yang apabila dilakukan setiap hari akan mem-berikan manfaat diantaranya melatih kedisiplinan, meningkatkan kemampuan mengelola waktu, meningkatkan meningkatkan kemampuan mengendalikan diri, keseimbangan jiwa dan raga yang dapat berkontribusi pada kesuksesan seseorang.
- beribadah
Kebiasaan beribadah merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter positif pada anak yang bermanfaat untuk mendekatkan hubungan individu dengan Tuhan, meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial, serta meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna, meningkatkan kebersamaan dan solidaritas, serta peningkatan diri secara berkelanjutan.
- Berolahraga
Kebiasaan berolahraga merupakan bagian pent- ing dari gaya hidup sehat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental, menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan potensi diri, dan meningkatkan nilai sportivitas. - Makan sehat dan bergizi
Kebiasaan makan sehat dan bergizi berkaitan dengan prin- sip dan nilai tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka pan- jang, memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran, menjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu, serta meningkatkan kemandirian. - Gemar belajar
Kebiasaan gemar belajar adalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan ke-benaran dan pengetahuan, serta membentuk kerenda- han hati dan rasa empati. - Bermasyarakat
Kebiasaan bermasyarakat adalah perilaku terlibat dalam ke-giatan sosial, budaya, atau lingkungan di komunitas tempat tinggal seseorang. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menum-buhkembangkan nilai gotong royong, kerja sama, saling menghormati, toleransi, keadilan, dan kesetaraan, serta meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan, dan rasa sekaligus menciptakan kegembiraan. - Tidur cepat
Tidur cepat merupakan kebiasaan tidur tepat waktu di malam hari pada waktunya sesuai usia anak agar dapat bangun pagi. Kebiasaan tidur cepat ini dipengaruhi waktu ideal yang dibutuhkan anak,ujar Frater Monfort.



