Tiga Nama Mengemuka Jadi Sekda Ende Pengganti Dokter Gusti
ENDE,GlobalFlores.com – Tiga nama mengemuka menjadi Sekda Kabupaten Ende menggantikan Dr dr Agustinus G Ngasu,M.Kes,Mmr yang telah mengajukan pengunduran diri sebagai ASN.
Tiga nama tersebut masing-masing, drg Munafatma Ngasu,,M,Kes yang saat ini menjabat sebagai Kepala BKB dan Kesejahteraan Keluarga serta Fransisco Frasailes yang saat ini menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Ende dan Gabrile Dalla yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Ende.
Sesuai informasi yang dikumpulkan media ini menyebutkan bahwa tiga nama tersebut menguat menjadi Sekda Kabupaten Ende karena telah menempuh PIM 2 yang menjadi salah satu syarat untuk menjabat sebagai Sekda.
Dari sejumlah pejabat eselon II yang ada di Kabupaten Ende saat ini hanya tiga pejabat tersebut yang telah menempuh PIM 2 sedangkan yang lainnya belum.
Dengan demikian apabila Sekda Kabupaten Ende dipilih dari lingkungan pejabat yang ada di Kabupaten Ende maka tiga pejabat tersebut memiliki peluang menjadi Sekda pengganti, dokter Gusti Ngasu.
Terhadap pengganti Sekda Kabupaten Ende, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda yang dikonfirmasi, Senin (23/6/2025) di Kantor Bupati Ende mengatakan pihaknya memang harus mencari Sekda baru pengganti dr Gusti yang mengundurkan diri.
Namun demikian Bupati Yosef belum menjelaskan siapa sosok pengganti tersebut.
“Adalah kita memang harus menyiapkan penggantinya agar birokrasi bisa berjalan normal,”kata Bupati Yosef Badeoda.
Sementara pada saat memberikan amanat kepada para bidan di Kabupaten Ende dalam pelaksanaan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Ruang Garuda Kantor Bupati Ende,Bupati Yosef mengakui bahwa saat ini Pemda Ende kesulitan untuk mencari atau menentukan pejabat untuk menduduki jabatan tertentu karena keterbatasan sumber daya yang ada yang sesuai dengan spesifikasi.
“Kita cukup kesulitan dan tahun depan Pak Charles (Kaban BKPSDM) tolong kirim beberapa pejabat kita untuk menempuh pendidikan sesuai spesifikasi. Efisiensi hendaknya tidak menjadi penghalang,”kata Bupati Yosef.
“Kita kesulitan mencari pengganti,”ungkap Bupati Yosef.
Namun Bupati tidak secara transparan menjelaskan kesulitan apa yang dimaksud.



