Religi

Sambut Paskah Umat Paroki Mautapaga Ende Gelar Jalan Salib Tematik

ENDE,GlobalFlores.com-Semenjak menggelar tablo Jalan Salib Yesus beberapa tahun silam kini OMK Paroki St Yosef Freidamentz Mautapaga, Kevikepan Ende, tidak lagi menggelar tablo termasuk di Paskah Tahun 2025 ini.

Terhadap hal ini Pastor Moderator OMK,RD Egy Parera mengatakan bahwa selama dirinya menjadi moderator OMK di Paroki Mautapaga Ende dirinya tidak mengijinkan adanya kegiatan tablo oleh OMK.

Alasannya ujar RD Egy kepada media saat ditemui di Pastoran Paroki Mautapaga pekan lalu,menyatakan bahwa pelaksanaan tablo yang selama ini digelar di sepanjang jalan yang dekat dengan Gereja Mautapaga terkesan lebih sebagai tontonan dan menghilangkan pesan iman yang semestinya dihayati oleh umat.

“Kisah penyaliban yang digelar dalam bentuk tablo terkadang hanya menjadi tontonan dan ada oknum umat yang memanfatkanya untuk membuat konten di media sosial dan sepanjang rute mereka tidak memegang buku doa dan memanjatkan doa namun justru memegang HP,”kata RD Egy.

Selain itu pada saat tablo tidak banyak umat dari lingkungan ataupun KUB yang terlibat, hanya umat yang masih kuat secara fisik sedangkan orangtua dan mereka yang tidak kuat berjalan hanya bisa diam di rumah,ujar RD Egy.

Sebagai pengganti tablo ujar RD Egy maka dalam dua tahun terakhir umat dari masing-masing lingkungan diarahkan untuk menggelar jalan salib tematik dengan melibatkan OMK dari setiap lingkungan.

Pada pelaksanaan jalan salib tematik ujar RD Egy dalam kotbahnya pada perayaan Misa Jumat Agung, Jumat (18/4/2025) pihaknya melibat bahwa umat dari setiap lingkungan terlibat aktif bahkan orangtua dan mereka yang tidak bisa aktif secara fisik ikut terlibat di masing-masing lingkungan.

“Saya ikut Jalan Salib Tematik di Ippi dan saya duduk dekat seorang ibu yang sudah tua. Ibu itu sangat menghayati pelaksanaan Jalan Salib Tematik bahkan hingga meneteskan air mata,”kata RD Egy.

Sementara itu dalam kotbahnya RD Egy mengatakan bahwa ada dua sumber energi yang ditunjukan oleh Yesus pada drama penyaliban diriNYA yakni taat pada Allah Bapa dan juga cinta kepada manusia.

Dua sumber energi tersebut yang membuat Yesus rela ditangkap dan dianiyaya bahkan hingga mati di kayu salib padahal sebenarnya ruang bagi Yesus untuk menyelamatkan diriNYA sangat terbuka namun DIA dengan kesadaran tidak memanfaatkan ruang tersebut. (rom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan