Berita PPPK

Miris 255 Nakes di Kabupaten Ende Dipastikan Gagal Dalam  Seleksi PPPK, Mengapa ?

ENDE,GlobalFlores.com-Sebanyak 255 orang tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Ende yang tersebar di desa-desa gagal mengikuti test ASN PPPK Tahun Anggaran (TA) 2024 dikarenakan kesulitan mengakses data atau sistem yang ada di BKD sehingga mereka tidak bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti test tersebut padahal nama mereka justru telah terdata di BKN.

Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi PDIP,Vincen Sangu,SH,MH mengatakan hal dalam keterangan persnya kepada GlobalFlores.com di Ende,Minggu (8/12/2024).

“Ini sungguh miris mereka tenaga kesehatan nakes belum juga ikut test PPPK sudah dipastikan gagal menjadi tenaga PPPK karena memang gagal dalam proses pendaftaran untuk menjadi tenaga PPPK,”kata Vincen.

Vincen mengatakan bahwa kejadian tersebut juga telah diungkapnya dalam forum rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Kabupaten Ende bersama Dinas kesehatan dan BLUD RSUD Ende, Jumat, (6/12).

“Saat itu saya menyoroti masalah sektor kesehatan, sebagai tindak lanjut dari hasil Reses DPRD,”katanya.

Menurut Vincen pembangunan sektor kesehatan menjadi salah satu sektor penting dan strategis bagi kemajuan Kabupaten Ende.

Beberapa faktor penting diantaranya Pengembangan sumber daya manusia para tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan dan manajemen tata kelola secara baik dan profesional.

Tenaga kesehatan (NaKes) menjadi salah satu titik penting dalam mensukseskan kemajuan pembangunan sektor kesehatan.

“Beberapa fakta lapangan terungkap melalui reses saya, ditemukan data tenaga kesehatan umumnya dan tenaga kesehatan desa khususnya yang tidak bisa terkoneksi ke sistem aplikasi data di BKD. Hal ini menyebabkan hambatan serius bagi Nakes untuk mengikuti seleksi P3K ataupun seleksi ASN,”kata Vincen.

Permasalahan ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah kabupaten Ende sehingga nakes desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kesempatan memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Saya mendesak pemerintah untuk dapat menjelaskan secara terbuka atas kendala yang dihadapi nakes desa dalam menginput data kedalam sistem aplikasi yang terkoneksi dengan aplikasi yang ada di BKD.

Selain itu, pemerintah diminta untuk mempermudah sistem seleksi bagi Nakes desa melalui penyediaan sistem data base yang baik dan kemudahan dalam mengakses sistem aplikasi bagi pelamar khususnya bagi tenaga kesehatan.

Selain itu, dimasa transisi ini, pemerintah diminta memberikan perhatian serius tingkat kesejahteraan bagi tenaga kesehatan baik  tenaga kesehatan di desa, puskesmas, maupun nakes di  RSUD.

Dengan memperhatikan kesejahteraan mereka yang lebih baik dan lebih manusiawi, maka negara telah hadir memberikan penghormatan dan penghargaan atas jasa, semangat pengabdian dan dedikasi yang luar biasa dari nakes,ujar Vincen.

Vincen mengatakan bahwa tenaga kesehatan di desa menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di desa dan oleh karena itu semestinya kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan karena hal itu tentu akan berimbas pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat di desa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan