Regional

Gunung Iya di Kabupaten Ende Naik Status Dari Normal Ke Waspada

ENDE,GlobalFlores.com- Sesuai dengan rilis yang dikeluarkan oleh KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI tertanggal  17 Oktober 2024 menyatakan bahwa telah terjadi  peningkatan aktivitas G. Iya, di  Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada).

Dalam rilis itu menyebutkan bahwa  G. lya secara administratif berada di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan secara geografis puncaknya terletak pada posisi 8.897 LS, 121.645° BT dan memiliki ketinggian 637 m di atas permukaan laut.

Perkembangan aktivitas Gunung lya dari tanggal 1 Juli 2024 hingga 16 Oktober 2024 adalah sebagai berikut:

1) Pemantauan visual Gunung lya periode 1 Juli 2024 hingga 16 Oktober 2024, gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-300 m dari puncak.

2) Kegempaan yang terekam pada periode tanggal 1 Juli 2024 hingga 16 Oktober 2024, terekam 233 kali gempa Vulkanik Dalam, 160 kali gempa Tektonik Lokal, 1 kali Gempa Terasa, skala III MMI, dan 127 kali gempa tektonik Jauh.

Kegempaan Gunung Iya didominasi oleh Gempa Vulkanik Dalam. Gempa Vulkanik Dalam berasosiasi dengan adanya aktivitas magma di bawah Kawah Puncak Gunung lya.

Catatan kegempaan Gunung lya periode Agustus hingga 16 Oktober 2024, kegempaan Vulkanik dalam dan Tektonik Lokal terekam meningkat signifikan apabila dibandingkan dengan kegempaan pada 1-31 Juli 2024.

Peningkatan kegempaan Ini dapat mengindikasikan peningkatan tekanan dalam tubuh Gunung  Iya akibat meningkatnya aktivitas magmatik, yang dapat memicu munculnya gempa-gempa dangkal, yang dapat menyebabkan terjadinya erupsi.

Perlu diwaspadai apabila terekam Gempa Tektonik dengan magnitude besar di sekitar Gunung lya karena akan mempengaruhi aktivitas vulkanik Gunung  lya.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental Gunung  lya menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas serta potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung  lya dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada), terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2024 pukul 08.00 WITA dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Sehubungan dengan tingkat aktivitas Gunung lya pada Level II (Waspada), maka direkomendasikan:

Masyarakat di sekitar Gunung lya dan pengunjung dan wisatawan direkomendasikan tidak mendekati kawasan dan tidak melakukan aktivitas, baik darat dan laut di dalam radius 2 km dari kawah aktif Gunung lya serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.

Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Iya atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Iya. Untuk informasi lebih jelas dapat menghubungi Pos Pengamatan G. Iya atau menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606.

Tingkat aktivitas G. Iya akan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum dikeluarkan.

Rilis itu ditandatangani oleh Kepala Badan Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigsel Bencana Geologi, A Hadi Wijaya.

Kepala BPBD Kabupaten Ende,Yulius Emanuel yang dikonfirmasi membenarkan adanya peningkatan status Gunung Iya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan