Ini Upaya Dinas P dan K Menuju Ende Rapor Hijau Pendidikan
ENDE,GlobalFlores.com-Dalam upaya mengembalikan Kota Ende sebagai kota pendidikan dan Ende menuju rapor hijau pendidikan,Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende melakukan berbagai upaya dan salah satunya adalah dengan menggandeng Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, menggelar Pelatihan Reading Camp bagi segenap Kepala Sekolah dan Guru jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ende, bertempat di Gedung Ristela, Ende, Rabu (31/1/2024).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe, SE., M.Si, Akt,mengatakan hal itu kepada Media GlobalFlores.com di ruang kerjanya, Jumat (2/2/2024).
Lebih lanjut Kadis Mensi dalam rilisnya yang dikirim ke media ini mengatakan saat itu pihaknya menekankan bahwa para Kepala Sekolah dan Guru harus membuka diri (inklusif) dan jangan terbelenggu oleh penjajahan diri sendiri.
Dikatakan salah satu dimensi dan standar penting dari tiga aspek kemajuan dunia pendidikan yakni soal Karakter, selain Literasi dan Numerasi.
“Para Guru harus terus menjadi penggerak dan ‘Dokter’ Literasi, Numerasi dan Karakter,” katanya.
Kadis Mensi mengatakan, hal itu sebagai wujud komitmen bersama menuju Rapor Hijau pendidikan Ende, terutama dalam hal Literasi dan Numerasi.
Kadis Mensi mengatakan karakter para guru sebagai pendidik sangat menentukan kemajuan literasi dan numerasi. Karena itu, guru yang merupakan profesi, harus menjadi ujung tombak yang membimbing, memahami dan meningkatkan kemampuan dan potensi anak (peserta didik).
Kadis Mensi mengatakan salah satu alasan yang mempengaruhi terhambatnya kemajuan pendidikan yakni soal perilaku para guru yang belum sepenuhnya total atau loyal dan belum sungguh-sungguh menghayati profesi sebagai guru juga soal ego dalam diri yang masih terus membelenggu.
“Kita belum selesai dengan persoalan-persoalan dari diri kita sendiri. Kita masih berhadapan dengan ‘penjajahan diri sendiri’; rasa malas, kurang dedikatif, tidak disiplin, tidak sungguh-sungguh bekerja sebagai pendidik generasi bangsa,”katanya.
Juga tidak mau mengikuti perubahan, terutama teknologi yang merupakan konsep Blended learning, salah satu metode pembelajaran. Itu menjadi sebuah refleksi dan instrospeksi agar ke depannya harus lebih baik lagi,ujarnya.
Kadis Mensi mengharapkan agar melalui kegiatan Pelatihan Reading Camp, dapat berdampak positif bagi peningkatan kemampuan dan interaksi para peserta didik yang mengalami kesulitan dalam membaca.
“Mari kita tunjukkan dan buktikan bahwa profesi guru itu hebat. Kita harus bangga bahwa Pendidikan menjadi salah satu tonggak penting kemajuan bangsa ini,”ujarnya.
Kadis Mensi mengajak semua lembaga pendidikan harus merasa bertanggung jawab dalam menentukan arah pendidikan Kabupaten Ende kedepan.
“Semua tergantung pada konsistensi dan loyalitas kita; dari apa yang sudah kita mulai dan kita jalankan selama ini. Mari berjalan dan bergerak bersama mewujudkan ‘Ende Pintar, Ende Juara dan Ende Berbudaya,”kata Kadis Mensi. (rom)



