Profil

Elisabeth Imelda Kevin Liwu

Masyarakat Diminta Tetap Bersikap Kritis Terhadap Influencer

Sebagai seorang mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Atmajaya Yogyakarta Fakultas ilmu sosial dan politik, Jurusan Ilmu Komunikasi, Elisabeth Imelda Kevin Liwu atau yang disapa Elma tahu persis dengan apa yang dinamakan Influencer. 

Influencer adalah seseorang yang memiliki banyak pengikut di media sosial dan mampu mempengaruhi perilaku pengikutnya melalui konten yang mereka bagikan di berbagai platform media sosial (Hariyanti dan Wiraoraja ,2018).

Menurut wanita kelahiran Larantuka, Flores Timur,NTT, 8 Mei 2001, influencer  sering memiliki pengetahuan mendalam dalam bidang tertentu, seperti mode, kecantikan, kuliner, teknologi, atau gaya hidup. Mereka memanfaatkan platform media sosial yang dimiliki untuk memberikan informasi, pengalaman dan pandangan mereka tentang topik-topik tertentu.

Elisabeth Imelda Kevin Liwu

Putri dari pasangan bapak Kondradus Liwu dan Mama, Elvien Hayon,mengungkapkan bahwa perusahaan sering bermitra dengan influencer untuk mempromosikan produk dan layanan untuk memberikan ulasan, testimoni, dan rekomendasi kepada pengikut mereka.

Hal ini dapat mempengaruhi pembelian pengikut dan mendorong mereka untuk mencoba produk yang direkomendasikan,ujar sulung dari dua bersaudara ini.

Jebolan SMAK Syuradikara Ende dan juga Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Mercubuana Jakarta menuturkan bahwa influencer juga bertindak sebagai penyedia hiburan dan sumber inspirasi dengan menciptakan konten yang menghibur, menginspirasi serta memotivasi melalui konten berupa petualangan, pencapaian pribadi, atau sekedar kisah keseharian.

Sebagian besar khalayak terlebih anak muda dipengaruhi secara signifikan oleh influencer dalam bentuk opini dan perilaku sikap. Mereka sering menggunakan isu-isu sosial, politik, atau lingkungan.

Dalam banyak kasus, mereka memobilisasi pengikut untuk berpartisipasi dalam aksi atau gerakan tertentu.

Generasi muda seringkali sangat terpengaruh oleh influencer dan mereka melihat sosok panutan dan sumber inspirasi di aspek kehidupan mereka. Oleh karena itu influencer memiliki peran besar dalam membentuk pemikiran serta perilaku generasi ini.

Meskipun influencer memiliki peran positif dalam menyebarkan informasi dan mempengaruhi opini publik, ada beberapa kekhawatiran yang perlu diperhatikan bahwa tidak semua influencer memiliki latar belakang atau pengetahuan yang kuat dalam topik yang mereka bahas, dan ada resiko ketidakjujuran jika mereka menerima bayaran untuk promosi produk tertentu,ujar wanita yang mengaku berasal dari Bajawa,Kabupaten Ngada namun besar di Larantuka.

Oleh karena itu konsumen harus menjaga kritisisme dan melakukan penelitian tambahan ketika menggunakan influencer sebagai sumber informasi,ungkapnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan