Kartu Sikka Sehat Masih Tetap Berlaku Untuk Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat
MAUMERE, GlobalFlores.com – Sehubungan dengan tersiarnya berita di media sosial tentang penghentian penerbitan Kartu Sikka Sehat (KSS) bagi masyarakat, pasca pengumuman yang ditempel pada pintu pelayanan KSS sehingga menimbulkan keresahan masyarakat pemanfaat KSS.
Menanggapi kasak-kusuk di tengah masyarakat pemanfaat KSS, Kadis Komunikasi dan informatika (Kominfo) Kabupaten Sikka, Very Awales dalam rilisnya, Rabu, ( 27/9/2023) mengatakan bahwa untuk pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dalam bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sikka tetap memberlakukan penggunaan KSS bagi masyarakat Kabupaten Sikka.
Very mengatakan bagi masyarakat pemanfaat atau pemegang Kartu Sikka Sehat (KSS) tetap berlaku untuk pengobatan di Fasilitas Kesehatan tingkat pertama di Puskesmas maupun tingkat lanjut di Rumah sakit dalam wilayah Kabupaten Sikka.
Untuk Penerbitan Kartu Sikka Sehat (KSS) bagi warga masyarakat yang baru mengusulkan, kata Very akan tetap difasilitasi sambil menunggu pergantian tanda tangan specimen dari Bupati Fransiskus Roberto Diogo ke Penjabat Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, SE. M. Si dalam aplikasi KSS.
Very menambahkan, berdasarkan hasil validasi dan verifikasi terdapat 17.238 peserta PBI APBD II yang bermasalah, karena sudah meninggal, NIK ganda, tidak ditemukan, dan memilik kepesertaan ganda. Berdadasarkan hasil verifikasi ini, maka peserta penerima KSS akan didorong menjadi peserta PBI APBD.
“Hasil verifikasi tim verval menunjukkan bahwa dari 17.238 peserta PBI APBD II bermasalah dan dinonaktifkan terdapat 557 peserta berasal dari keluarga mampu, ” jelas Very Awales dengan merinci, Biarawati, bidan, Dosen, Guru, karyawan honore dan karyawan swasta, Kepala Desa, POLRI, TNI, Pastor, Pedagang, PNS , Pensiunan, Perangkat desa, Perawat dan Wiraswata.
” Ini kami sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Sikka untuk menjadi perhatian dan acuan dalam pelaksanaannya, “kata Very. (rel)



