Religi

Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende,Minggu (10/7/2022).

SEMANGAT PAGI, pada hari ini kita memasuki hari Minggu Biasa ke XV. Dan Injil hari ini dikisahkan tentang Orang Samaria Yang Murah Hati (Luk. 10: 25 – 37). Orang Samaria yang murah hati adalah gambaran manusia yang memiliki hati yang peduli terhadap sesama yang menderita. Hal ini disampaikan oleh Yesus kepada seorang ahli Taurat yang ingin memperoleh hidup yang kekal. Niatnya, ahli Taurat itu mau memperdayai Yesus, namun justeru Yesus membalas-Nya dengan memberdayakan ahli Taurat itu. Sebab, walau dia seorang ahli Taurat, ternyata dia belum memahami dengan baik dan benar makna dari hukum Taurat. Dari sisi teori atau pun NARASI, Yesus memuji ahli Taurat yang telah menghafal HUKUM KASIH, namun dari sisi praktek nyata, atau AKSI nyata, ahli Taurat itu belum memahaminya. Terbukti dia bertanya kepada Yesus, ” tetapi siapakah sesama ku manusia?”. Disinilah letak keterbatasan si ahli Taurat itu. Padahal dia adalah seorang ahli Taurat, tetapi dia tidak tahu siapakah sesama manusia itu? Dan disinilah pula, Yesus memberdayakan ahli Taurat itu, hingga dia paham siapakah yang dimaksudkan dengan sesama manusia itu, dengan sebuah perumpamaan melalui 3 jenis pribadi, yakni: seorang Imam, seorang Lewi dan seorang Samaria. Dari kisah ini, ada beberapa pesan buat kita, yakni: Pertama sehebat apapun kita, sekalipun seorang ahli, ternyata tetap memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, tidak perlu menyombongkan diri, melainkan harus selalu rendah hati. Dan orang yang rendah hati selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup. Kedua Sama seperti ahli Taurat, kita pun pasti ingin memperoleh hidup yang kekal, maka syaratnya adalah dengan mengasihi Tuhan lewat sesama, teristimewa yang menderita. Jadi, mengasihi Tuhan dalam NARASI saja tidak cukup, untuk kita memperoleh hidup yang kekal, melainkan mengasihi Tuhan lewat AKSI nyata dengan membantu, menolong, berempati, welas asih, peduli terhadap mereka menderita, maka akan memperoleh hidup yang kekal. Yesus bersabda ” sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk AKu” (Mat. 25: 40). Inilah manifestasi dari HUKUM KASIH. Dengan demikian, jika kita mewujudkan dua hal diatas, maka kita akan memperoleh hidup yang kekal. Semoga demikian. Selamat Berhari Minggu ūüôŹūüôŹ

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan