Regional

Forum Pengguna Pasar Sikka Tolak Pasar Ilegal

MAUMERE, GlobalFlores.com  – Forum Pengguna Pasar Kabupaten Sikka ( FPPK)  menggelar aksi menolak keberadaan pasar ilegal yang saat ini marak di Kabupaten Sikka,Sabtu (29/1/2022) di Maumere.

Seperti yang disaksikan media ini aksi pedagang pasar itu dengan  melakukan konvoi dari pasar tingkat Maumere,menuju pasar Wair Koja Geliting,  selanjutnya kembali kepasar Tingkat Maumere.

FPPK ini berkomitmen  semua pasar ilegal atau pasar bayangan harus ditertibkan dan semuanya terpusat dipasar –pasar resmi yang telah disiapkan pemerintah.

FPPK ini diketahui terdiri dari Forum Pedagang Pasar Tingkat (FPPT) Maumere,  Forum Pedagang Pasar Alok ( FPPA),  dan Forum Pedagang Pasar Wairkoja (FPPW).

Sejumlah spanduk  yang dipajang FPPK ini, menulis berbagai permintaan, diantaranya “memaksimalkan pemanfaatan pasar rakyat tradisional secara baik dan benar demi tercapainya kesejahteraan bersama.

Aksi tersebut dipimpin Ketua FPPK, Marianus Krisensius, Wakil ketua FGPPK Bertholomeus Ansemus dan Sekretarisnya, Robertus Odang. Dalam aksi tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Sikka.

Kepada wartawan di Maumere, Marianus menjelaskan bahwa konvoi itu merupakan aksi awal  dari aksi lanjutan yang rencananya akan dilakukan Senin (31/1/2022) dio kantor DPRD Sikka.

“Ini kami lakukan baru awal, kami akan melanjutkan aksi yang lebih besar lagi pada hari Senin,(31/1/2021) di Kantor DPRD Sikka.

Aksi ini mendapat dukungan dari masyarakat luas, pengguna pasar, para leluhur nian tanah, kami yakin hari  Senin aksi kami berjalan dengan lancar dan aman,jelas Marianus.

Hal senada juga disampaikan wakil ketua FPPK Gabriel Manek Pedo. Gabriel meminta pemerintah untuk  mengarahkan para pedagang yang masih berjualan  di setiap titik kota Maumere, tanpa izin  resmi, harus segera kembali kepasar resmi yang telah disiapkan pemerintah.

“Kami menginginkan agar para pedagang yang berjualan di pinggir jalan mulai dari kota Maumere dan juga di sepanjang jalan Geliting agar kembali berjualan di pasar tradisional agar kota ini bersih dan indah “ungkap Gabriel.

Gabriel menambahkan, aksil yang dilakukan FPPK ini bertujuan untuk meningkatkan PAD, jika semua pedagang berada pada lokasi pasar yang resmi yang ada di kabupaten Sikka, maka dipastikan PAD akan meningkat. Menurut Gabriel pasar –pasar resmi yang tadinya sepi dapat hidup kembali. 

Akibat dari  maraknya pasar ilegal baik dipinggir jalan utama  maupun yang berada di sepanjang menuju Geliting, membuat pasar –pasar tradisional yang resmi menjadi sepih. 

Dikatakanya, pedagang pasar yang berada di pasar tingkat Maumere saat ini mengalami penurunan pendapatan selama pasar ilegal itu masih berjualan di pinggir jalan.

“Selama ini banyak pedagang pasar tingkatnya yang barangnya membusuk, karena tidak ada pembeli yang belanja. Pembeli lebih suka membeli di pasar liar yang dekat dengan jalan”ujar Gabriel. 

Gabriel berharap, pemerintah segera menertibkan para pedagang liar yang saat ini masih berjualan di pinggir jalan, sehingga semua dapat kembali ke pasar resmi yang telah disiapkan pemerintah.

Sekretaris pasar Wairkoja, Robertus Odang juga mengaku pasar Wairkoja saat ini mengalami penurunan pendapatan karena masih terdapat pedagang yang  masih berjualan dipinggir jalan Geliting.

“Masih banyak pedagang sayur dan juga pedagang ikan yang berjualan di pinggir jalan sehingga kami minta pemerintah agar segera menertibkannya  agar kembali berjualan dipasar Wairkoja,”kata  Robertus.   (rel )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan