Religi

Misteri Dibalik Kain Kafan, Yesus Sungguh Telah Bangkit Bukan Dicuri

Renungan, Minggu 5 April 2026 Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Misteri Kain Kafan dan kain peluh tersusun rapi di tanah. Ini pertanda bahwa Yesus bukan dicuri orang, tetapi benar-benar telah bangkit.

Dan rasul Yohanes adalah orang pertama yang melihat dan percaya, misteri di balik kain kafan Yesus. Ia tidak hanya melihat dengan mata Indriawi, tetapi dengan mata imannya, bahwa Yesus sungguh-sungguh telah bangkit, seperti yang telah disabdakan-Nya. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 20: 1 – 9, yakni kebangkitan Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, saat pagi itu masih gelap. Maria Magdalena dan para murid bergegas menuju makam, HATI mereka diliputi duka. Namun yang mereka temukan bukan jenazah, melainkan tanda kebangkitan: kain kafan tergeletak utuh, dan kain peluh tergulung rapi di tempat terpisah. Petrus masuk lebih dulu, tetapi Yohaneslah yang pertama melihat dan percaya.

Ia tidak hanya melihat dengan mata jasmani, melainkan dengan mata iman. Dari kain kafan yang tertinggal, dan tersusun rapi, ia menangkap misteri besar: Yesus sungguh telah bangkit, seperti yang telah disabdakan-Nya.

Kerapian kain kafan itu menegaskan bahwa tidak ada pencurian, melainkan kemenangan atas maut. Yesus meninggalkan kain kafan lambang manusia lama, dosa, dan belenggu di dalam makam. Kebangkitan adalah panggilan untuk menanggalkan masa lalu manusia lama, dan berjalan dalam hidup sebagai manusia baru.

Namun proses meninggalkan manusia lama tidak instan. Ada pergumulan, ada jatuh bangun. Tetapi kebangkitan Yesus terjadi dengan tenang dan tepat waktu. Ia sabar membentuk hidup kita, merapikan satu demi satu bagian yang kusut. Hari ini kita diajak belajar dari Yohanes: melihat dengan mata iman dan percaya. Sebab berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya (Yoh. 20: 29).

Pesan Untuk Kita:

Para saudaraku, kain kafan lama biarlah tertinggal di makam. Jangan membawanya kembali. Yesus sudah bangkit, dan kebangkitan-Nya adalah jaminan bahwa proses kita tidak sia-sia. Percayalah: waktunya akan tiba, dan kita pun akan keluar dari “makam” pribadi, bebas, baru, dan penuh kemenangan.

Sekali lagi, mari kita tinggalkan “kain kafan”, manusia lama yang membungkus zona nyaman kita, dan kita bangkit bersama Kristus menjadi manusia BARU, menjadi manusia PASKAH, artinya P engharapan baru, A llah menang, S elamat tercurah, K ebangkitan memberi hidup, A manat suci, H arapan kekal.

Pertanyaan refleksi

  1. Yohanes melihat kain kafan dan percaya dengan mata iman. Bagaimana saya belajar melihat peristiwa hidup saya bukan hanya dengan mata jasmani, tetapi juga dengan mata iman?
  2. Yesus meninggalkan kain kafan di dalam makam sebagai lambang manusia lama. Apa “kain kafan” dalam hidup saya yang perlu saya tinggalkan agar sungguh hidup dalam kebangkitan?
  3. Kebangkitan Yesus terjadi dengan tenang dan tepat waktu. Apakah saya bersedia mempercayai proses Tuhan, meski terasa lambat, bahwa Ia sedang membentuk hidup saya menuju kemenangan?

Selamat berefleksi… & selamat Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan… Jadilah manusia Paskah🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus yang bangkit, kami bersyukur karena Engkau meninggalkan kain kafan di dalam makam, tanda bahwa dosa dan manusia lama tidak lagi berkuasa atas kami. Ajarlah kami, seperti Yohanes, untuk melihat dengan mata iman dan percaya bahwa Engkau sungguh hidup. Kuatkan kami dalam proses meninggalkan masa lalu, dan tuntun kami masuk ke dalam hidup baru yang penuh kemenangan. Amin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan