Pampi Mengaku Tidak Mengenal Para Pencuri Gading Kerajaan Nita
MAUMERE, GlobalFlores.com – Pampi seorang yang diduga otak dibalik pencurian gading Kerajaan Nita mengaku tidak mengenal para pencuri gading Kerajaan Nita. Dari 6 pencuri tersebut yang dikenalnya hanya Delis dan Toto.
Hal ini disampaikan Pampi, Senin (18/12/2023) di Maumere.
Pampi menjelaskan bahwa 6 pencuri yang kini menjadi tersangka itu yang dikenalnya hanya Delis dan Toto. Delis yang dikenalnya ketika sering bersama -sama terlibat dalam perjudian. Sementara Toto diketahuinya sebagai seorang sopir.
“Para pencuri itu saya tidak kenal, yang saya kenal hanya abang Delis dan Toto. Delis saya kenal karena kami sering bersama-sama saat bermain judi. Sedangkan Toto saya kenal karena dia seorang sopir,”kata Pampi.
Pampi mengaku mengenal para pencuri tersebut saat berada di Kantor Polres Sikka.
Pampi menyampaikan kalau dirinya dijemput pada pkl. 04.00 dinihari dikediamannya. Sempat kaget ketika polisi datang menjemputnya dini hari itu.
Di Polres Pampi melihat pencuri lainnya yang tidak dikenalnya, salah satunya yang biasa dipanggil Bule, belakangan diketahui bernama Din.
Dari 6 orang tersangka tersebut lanjut Pampi, tiga orang diantaranya mendapat pukulan dan penyiksaan oleh polisi.
Penyiksaan pertama dilakukan terhadap C alias Cerli yang dipaksa untuk mengaku siapa yang menyuruh untuk melakukan pencurian tersebut.
Walau dipukul berulang-ulang hingga terjatuh lanjut Pampi, Cerli tetap mengaku tidak mengetahuinya atas aksi pencurian gading tersebut.
Cerli kata Pampi bahkan berulang-ulang bersumpah menyatakan dirinya tidak mencuri namun terus disiksa agar mengaku.
Sebelum diperiksa kata Pampi para tersangka diminta duduk berbaris didepan barang bukti (BB) gading, termasuk dirinya, bahkan saat di foto bersama tim buser, Pampi diminta untuk memegang salah satu gading curian tersebut.
Lantaran takut dipukul seperti Cerli, Delis dan Bule, Pampi terpaksa mengikuti perintah penyidik untuk di foto bersama.
“Saya ikut foto bersama dengan para pencuri lainnya karena takut dipukul seperti ketiga orang tersangka itu,”kata Pampi.
Pukul. 17.00 Wita, Pampi oleh penyidik diminta pulang dan baru kembali ke Polres Sikka pada pukul. 20.00 Wita untuk dimintai keterangan dan memberikan KTPnya kepada penyidik.
Usai diperiksa Pampi disuruh pulang ke rumahnya, hingga saat ini. (rel)



