Ketua STIPAR Ende: Katekis Masa Kini Harus Menjadi Digital Missionary
ENDE,GlobalFlores.com – Katekis masa kini harus menjadi “Digital Missionary” yang tetap berakar pada tradisi Gereja, namun memiliki sayap yang lebar untuk terbang di dunia digital. Kuncinya adalah menyajikan iman bukan sebagai beban aturan, melainkan sebagai jawaban atas pencarian makna hidup di tengah dunia yang makin bising.
Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Rm. Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, M.A mengatakan hal itu saat tampil sebagai pembicara dalam acara seminar nasional yang digelar Kampus STIPAR Ende, Jumat (13/2/2026) di Aula Kampus STIPAR Ende.
Dikatakan peran katekis di zaman now sangatlah krusial dalam menghadapi tantangan sekularisme dan kemajuan teknologi. Dengan pendekatan yang inovatif dan inklusif, katekis dapat membantu membangun kembali keterhubungan antara individu dan komunitas gereja.
Melalui pendidikan iman yang relevan, keterlibatan aktif dalam komunitas, serta pemanfaatan teknologi, katekis dapat memainkan peran penting dalam membimbing umat menuju kehidupan spiritual yang lebih bermakna di era modern ini.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan katekis dapat terus berkontribusi secara signifikan dalam membentuk masyarakat yang beriman dan terhubung, meskipun di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks menghasilkan banyak buah,ujar pria yang disapa RD Fery.
Dikatakan perkembangan zaman yang cepat, terutama dalam konteks teknologi dan perubahan sosial, telah memberikan tantangan yang signifikan bagi berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek kehidupan spiritual dan religius.
Katekis, sebagai pendidik iman yang memiliki peran penting dalam mengajarkan ajaran agama, dihadapkan pada tantangan baru yang muncul akibat sekularisme dan kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI). Dalam kajian ini, dieksplorasi peran katekis di tengah perubahan zaman serta strategi yang dapat ditempuh untuk menghadapi tantangan tersebut,ujar RD Fery.



