Regional

Telan Anggaran Rp 3,5 Miliar, Dugaan Korupsi Proyek Air Minum IKK Nita Masuk Tahap Penyelidikan

MAUMERE,GlobalFlores.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka mengonfirmasi bahwa dugaan korupsi dalam proyek air minum pembangunan Instalasi Kesehatan Kecamatan (IKK) Nita yang menelan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar lebih kini memasuki tahap penyelidikan.

“Saat ini kasus dugaan korupsi proyek IKK Nita sudah di tahap penyelidikan, untuk melengkapi pul data dan pulbaket,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Henderina Malo melalui Kasi Intel Kejari Sikka Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Maumere Okky Prasetyo Ajie saat ditemui di kantor Kejari Sikka, pada Jumat, 2 Mei 2025.

Lanjut oki hingga saat ini 10 saksi telah diperiksa terkait kasus tersebut, dan tidak menutup kemungkinan  penambahan saksi. 

Okky menjelaskan, penyelidikan ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat beberapa waktu lalu. Usai mendapatkan laporan, Kepala Kejari Sikka bersama tim menindaklanjuti, dengan turun langsung ke lokasi proyek yang terletak di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT untuk melihat kondisi proyek. 

“Kami bersama Ibu Kejari langsung turun ke mata air yang menjadi sumber air proyek IKK Nita, usai dua hari menerima laporan masyarakat.” ujarnya. 

Dia melanjutkan, di lokasi proyek tim Kejari Sikka menemukan tidak adanya asas manfaat dari proyek tersebut, bahkan mata air yang diambil untuk proyek tersebut sangat jauh. 

“Proyek ini keterlaluan, tidak ada asas manfaat sama sekali. Lokasi mata air juga sangat jauh dengan medan yang buruk. Sangat tidak mungkin alirkan air dari mata air ke perkampungan,” ucap oki. 

Kasih Intel Kejari Sikka menjelaskan kasus tersebut menjadi atensi kepala Kejari Sikka dan akan terus diusut hingga tuntas. 

Sementara informasi yang berhasil dihimpun media ini, proyek air minum IKK Nita yang bersumber dari dana pinjaman daerah sebesar Rp 3.535.704.374.67 yang dikerjakan oleh CV Araya Bina Konstruksi hingga 31 Agustus 2023, hingga saat ini belum selesai dikerjakan.

Proyek yang dimulai pada 19 November 2021 itu seharusnya memberikan akses air bersih kepada warga Desa Ladogahar dan Desa Bloro, Kecamatan Nita. Namun, 

Di lokasi proyek, pengerjaan bak penampung tidak ada aktivitas pekerjaan dari kontraktor pelaksana.  Nampak 4 bak di dua desa Ladogahar dan Desa Bloro belum selesai dikerjakan. Bahkan, penutup bak belum rampung. 

Hingga saat ini baru ada pemasangan jaringan perpipaan dari Ladogahar sampai Bloro, sementara bak reservoar, captering, dan mesin pompa air juga belum selesai dikerjakan. (jon)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan