Regional

Tim Dari UGM Jogya Presentasikan DED RSUD Bajawa

BAJAWA,GlobalFlores.com-Tim  Konsultan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta,Senin (20/12/2021) mempresentasikan Laporan Akhir Perencanaan Detail Engineering Design (DED) RSUD Bajawa.

Selain itu juga mempresentasikan Master Plan dan DED Pantai Jodoh Aimere dan  DED Art Center serta  DED Air Panas Mengeruda.

Kegiatan presentasi tersebut dihadiri oleh Bupati Ngada, Paru Andreas  bertempat di Aula BP-Litbang Kabupaten Ngada.

Tim yang dipimpin Profesor Bakti Setiawan (sebanyak 10 orang) mempresentasikan Master Plan dan DED dihadapan Bupati Ngada bersama Pimpinan dan pejabat dari BP-Litbang, Dinas Pariwisata, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, RSUD Bajawa, Camat Aimere, dan Camat Golewa Barat.

Bupati Ngada, Paru Andreas dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi untuk perencanaan (DeD dan Masterplan) yang dilaksanakan Tim Konsultan UGM sebagai wujud dari pelaksanaan MoU antara Pemkab Ngada dengan Fakultas Teknik UGM.

Terhadap paparan DeD dan Masterplan yang disampaikan, Bupati memberikan beberapa penekanan bahwa perencanaan yang matang akan mampu meminimalisir hambatan pada saat pelaksanaan.

Dikatakan Pemerintah Kabupaten Ngada harus tetap membangun sesuai arahan RPJMD dalam siklus 5 tahun perencanaan ditengah pandemi Covid-19 yang telah membawa dampak pada beban anggaran pembangunan.

Melalui skema pinjaman daerah, Pemerintah secara bertahap dan terencana akan merealisasikan hal-hal yang telah direncanakan.

Sinergitas perencanaan dan penganggaran dari Desa dan Kelurahan juga  Kecamatan maupun Kabupaten hingga Provinsi sampai Pusat harus dilaksanakan dalam bingkai Tante Nela Paris.

Hal ini untuk menyelaraskan pelaksanaan pembangunan dan adanya pembagian peran dalam pembangunan.

Perencanaan harus juga bisa  mengakomodasi penggunaan bahan lokal (kayu lokal milik masyarakat).

Desain bangunan di Pantai Jodoh Aimere diharapkan menggunakan bahan lokal (kayu dan bambu).

Bangunan di tempat pemandian Air Panas Mengeruda harus ditata lebih baik lagi sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keindahan bagi pengunjung.

Hambatan-hambatan yang mungkin timbul pada pelaksanaan harus sedapat mungkin diantisipasi untuk dicarikan solusinya.

Bupati Ngada mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Provinsi dan Kementerian terkait dalam rangka mensukseskan pembangunan sesuai DeD dan Masterplan yang dipresentasikan. (Prokopim Ngada)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan