Pendidikan

Pimpin Misa Syukur Dies Natalis ke-46 Uskup Maumere Berharap Uniflor Ende Tidak Hanya Dikenang Karena Usia

ENDE,GlobalFlores.com-Saat memimpin Misa Syukur Dies Natalis ke-46 Universitas Flores, Uskup Maumere,Mgr  Ewaldus Martinus Sedu, mengharapkan agar Universitas Flores tidak  dikenang hanya karena usianya tetapi yang paling utama adalah berhasil membentuk pribadi yang mendengarkan suara kebijaksanaan dan mewujudkan belas kasih serta berjalan dengan rendah hati di hadapan Allah dan ditengah masyarakat.

“Kiranya Univeristas Flores tidak hanya melahirkan generasi yang mengubah kecerdasan tetapi juga melahirkan harapan kebijaksanaan dan berbelas kasih serta rendah hati,”kata Uskup   Ewaldus Martinus Sedu,dalam kotbahnya pada misa syukur yang berlangsung di Auditorium H.J Gadi Djou, Universitas Flores, Senin (20/7/2026).

Misa Syukur itu mengambil tema, Mendengar Suara Kebijaksanaan Mewujudkan Belas Kasih Komitmen Universitas Flores Dalam Membangun Manusia Yang Rendah Hati.

Dalam kotbahnya Uskup Maumere mengatakan bahwa Universitas merupakan tempat untuk membangun pendidikan karakter dan pengabdian bagi sesama namun penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi dewasa ini tidak berlangsung dalam situasi yang sederhana sehingga memaksa semua universitas untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang unggul dan bermutu.

“Pendidikan tinggi merupakan institusi yang strategis membangun manusia yang unggul serta membangun peradaban bangsa,”katanya.

Akan tetapi transformasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan administrasi atau peningkatan prestasi akademik semata tetapi tranformasi pada landasan ekologis sehingga ketika melangkah tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan maupun tanggungjawab sosial serta penghormatan pada martabat setiap pribadi,ujar Uskup.

Dikatakan Dies Natalis Universitas Flores menjadi kesempatan bersyukur untuk menegaskan kembali bahwa Universitas bukan hanya tempat menghasilkan lulusan namun menjadi tempat membentuk pribadi yang bijaksana dan rendah hati serta berbelas kasih.

Mendengarkan suara kebijaksanaan berarti membangun tradisi dialog dan kejujuran akademik keterbukaan terhadap kritik serta keberanian mencari kebenaran tanpa kehilangan hati nurani,ungkap Uskup.

“Mewujudkan belas kasih berarti menjadikan ilmu pengetahuan menjadi sarana membangun kesejahteraan masyarakat Flores, NTT dan Indonesia,”katanya.

Dikatakan kerendahan hati bukan tanda kelemahan intelektual justru kerendahan hati adalah mahkota ilmu pengetahuan sebab hanya pribadi yang rendah hati adalah merupakan sebuah tanggungjawab moral,ujar Uskup.

Mahasiswa tidak cukup hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan tetapi dipanggil menjadi pencipta harapan. Para dosen tidak hanya mengajar di ruang kuliah melaikan memberikan keteladanan dan para tenaga pendidikan tidak hanya menjalankan tugas administrasi melainkan menampakan wajah pelayanan yang penuh hormat,ungkap Uskup.

“Seluruh Civitas Akademik dipanggil menjadi komunitas yang saling membantu yang dilandasi semangat persaudaraan,”kata Uskup.

Universitas Flores hendaknyaterus bertumbuh menjadi rumah kebijaksanaan yang melahirkan keilmuan yang rendah hati dan pemimpin yang berintergritas, pendidik yang berbelas  kasih dan generasi muda yang berani mengabdikan ilmunya demi kesejahteraan bersama,ujar Uskup.

Hendaknya semua ruang kuliah menjadi tempat lahirnya kejujuran setiap laboratorium menjadi tempat tumbuhnya tanggungjawab dan setiap penelitian menjadi persembahan bagi kemanusiaan dan setiap lulusan menjadi saksi bahwa ilmu pengetahuan menemukan makna terdalam untuk dipersembahkan bagi pelayanan,kata Uskup.

“Dengan demikian Universitas Flores tidak hanya dikenang hanya karena usianya tetapi yang paling utama adalah berhasil membentuk pribadi-pribadi yang mendengarkan suara kebijaksanaan dan mewujudkan belas kasih serta berjalan dengan rendah hati di hadapan Allah dan ditengah masyarakat,”katanya.

Kiranya Univeristas Flores tidak hanya melahirkan generasi yang mengubah kecerdasan tetapi juga melahirkan harapan bijaksana dan belas kasih serta rendah hati,ujar Uskup  Ewaldus Martinus Sedu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan