Regional

Lima Perempuan Korban Prostitusi Yang Diamankan  Pol PP Setda Ende Mengaku  Meskipun Lagi “Berhalangan” Dipaksa Melayani Tamu

ENDE,GlobalFlores.com-Lima perempuan muda yang menjadi korban prostitusi di Kota Ende yang diamankan Sat Pol PP Setda Ende dari sebuah rumah kos milik oknum ASN di Pemda Ende mengaku bahwa meskipun mereka sedang berhalangan (haid-red) dan ada juga yang hamil  namun tetap dipaksa melayani tamu.

Demikian Kasat Pol PP Setda Ende, Ibrahim,S.H, dalam keterangan persnya kepada wartawan di ruang kerjanya,Rabu (15/6/2026).

Dalam keterangan persnya, Ibrahim mengatakan bahwa dari keterangan para korban bahwa praktek prostitusi itu dikoordinir oleh seorang mucikari bernama T.

Mucikari tersebut yang menghubungi pelanggan dengan tarif sekitar Rp 200 hingga Rp 300 ribu. Atas jasanya mucikari tersebut mendapatkan uang  50 ribu rupiah setiap kali transaksi dan kelebihannya diserahkan kepada pemilik kos untuk biaya kos yang telah ditentukan sebesar Rp. 2.250.000,-

“ Oleh mucikari mereka diberi target harian sebesar Rp. 1.000.000. Ironisnya meskipun mereka berhalangan atau haid tetap dipaksakan melayani tamu,”kata Ibrahim.

Dalam kesempatan itu Ibrahim menjelaskan kronologis penertiban praktek prostitusi

Dijelaskan bahwa berdasarkan informasi masyarakat yang disampaikan kepihak Sat.Po.PP Ende bahwa di kos-kosan milik  NA seorang ASN di  Wilayah Kelurahan Kotaratu, Kota Ende telah terjadi praktek prostitusi yang meresahkan masyarakat.

“Menyikapi informasi tersebut, maka pada tanggal 10 Juli 2026 kami melakukan pemantauan dilapangan dan ternyata benar adanya dikos tersebut ada praktek prostitusi,”kata Ibrahim.

“Setelah memastikan kebenarannya, maka pada tanggal 13 Juli 2026 sekitar pukul 22.00 wita dilakukan penggerebekan dikos tersebut dan kami berhasil mengamankan 5 orang perempuan pelaku prostitusi online yang kemudian kami bawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”katanya.

Dari hasil pemeriksaan secara intensifatas kelima perempuan tersebut diperoleh keterangan bahwa kelima orang perempuan tersebut masing-masing berasal  dari beberapa kabupaten di Daratan Flores dan Lembata dan rata-rata  berumur 18 hingga 20 tahun.

“Untuk pemilik kos dan yang bertindak selaku mucikari sudah kami lakukan pemanggilan yang dijadwalkan hari ini tapi keduanya tidak memunuhi panggilan,”kata Ibrahim.

Kelima perempuan tersebut sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Onekore dan dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui 1 orang mengindap spilis, 3 orang reaktif spilis dan 1 orang positif hamil,ujar Ibrahim.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan