Tolak Penggusuran di Ndao, PMKRI Ende Sampaikan 5 Pernyataan Sikap

ENDE,GlobalFlores.com – DPC PMKRI Ende Santo Yohanes Don Bosco bersama sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat dari Daerah Ndao menggelar aksi demo di Kantor Bupati Ende, Kamis (26/3/2026).
Dalam aksi demo tersebut elemen mahasiswa menyampaikan keberatan mereka atas rencana Pemda Ende yang akan melakukan penggusuran sejumlah tempat di Daerah Ndao.
Dalam kesempatan itu mahasiswa juga berkeinginan untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda namun keinginan tersebut tidak bisa terwujud lantaran Bupati tidak berada di Kantor Bupati Ende.
Seperti disaksikan meskipun gagal bertemu dengan Bupati namun elemen mahasiswa tetap membacakan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua PMKRI Cabang Ende, Daniel Torut.
Saat membacakan Daniel mengatakan bahwa PMKRI Ende dan IMM bersama masyarakat Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara menyatakan sikap terkait surat No. BU. 644/PUPR.05/58/1/2026 terkait dengan surat perintah penggusuran sepanjang pesisir pantai dari Kota Raja hingga Ndao Kelurahan kota Ratu Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende menyatakaan sikap sebagai berikut:
- Menolak penggusuran bangunan yang ada di pesisir Pantai Ndao.
- Mendesak pemerintah Kabupaten Ende agar menyelesaikan persoalan ini secara adil dan transparan tanpa merugikan masyarakat kecil dan menguntungkan pada pihak pihak tertentu.
- Mengecam pemerintah kabupaten Ende atas kebijakan yang diskriminatf atau (pilih kasih)
- Mendesak pemerintah agar fokus pada pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil bukan, kebijakan yang merugikan masyarakat kecil dan sumber kehidupan rakyat kecil.
- Menawarkan kepada pemerintah kabupaten Ende untuk memberikan peluang kepadaa masyarakat Ndao, Kabupaten Ende, untuk menata pemukiman yang menjadi target penggusuran.
Sementara itu Plt Sekda Kabupaten Ende, Gabriel Dalla yang menerima mahasiswa di tangga Kantor Bupati Ende mengatakan bahwa apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan disampaikan kepada Bupati namun apabila mahasiswa hendak bertemu langsung dengan Bupati saat itu tidak bisa karena Bupati dan juga Wakil Bupati sedan ada urusan dinas diluar daerah.
Gabriel memastikan apabila Bupati berada di tempat maka dipastikan Bupati akan menerima mahasiswa untuk berdialog.



