STIPAR Ende Wisuda 175 Sarjana, Ini Harapan Dari Pimpinan dan Vikjen KAE Juga Dirjen Bimas Katolik Hingga Bupati

ENDE,GlobalFlores.com – Sekolah Tinggi Pastoral Atma Riksa (STIPAR) Ende mewisuda 175 mahasiswa-mahasiswi Angkatan XXXII Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, Senin (16/2/2026) di Aula Mgr. Donatus Djagom, Kampus STIPAR.
Data yang didapatkan dari Ketua STIPAR Atma Riksa Ende, Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, M.A menyebutkan dari total 175 lulusan yang dinyatakan lulus, 3 orang meraih predikat Magna Cum Laude, yakni Gabriela Margarida Fatima Lopes, Maria Magdalena Bida, dan Rosalia Sandrina Dua Moong serta 40 lulusan meraih predikat Cum Laude, 131 lulusan berpredikat Sangat Memuaskan, dan 1 lulusan berpredikat Memuaskan.
Sebagaimana disaksikan prosesi wisuda ditandai dengan pemindahan kuncir oleh Ketua STIPAR Atma Riksa Ende, Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, M.A kepada masing-masing wisudawan.
Dan selanjutnya dilanjutkan dengan janji wisudawan dibawakan oleh Yanuarius Gebo, yang menegaskan komitmen para lulusan untuk mengabdikan diri bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat.
Sementara itu oleh Rosalia Sandrina Dua Moong yang mewakili wisudawan dalam sambutannya mengatakan bahwa pendidikan di STIPAR Ende tidak sekadar mentransfer ilmu, melainkan membentuk pribadi. Keterbatasan ekonomi, perjuangan membayar biaya kuliah, hingga hidup sederhana dijalani dengan harapan dan ketekunan.
“Hari ini kami berdiri sebagai bukti bahwa keterbatasan tidak pernah mampu mengalahkan harapan,”katanya.
Pada kesempatan itu dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, para pastor pendamping praktik pastoral, serta secara khusus kepada orang tua dan keluarga yang dengan pengorbanan luar biasa mengutus anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan.
“Gelar sarjana yang kami sandang hari ini adalah buah dari kasih dan pengorbanan kalian,” katanya.
Sementara itu Ketua STIPAR Atma Reksa Ende, Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, M.A., dalam sambutannya mengatakan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal perutusan.
Pria yang disapa RD Fery mengingatkan kepada para wisudawan akan tantangan besar di era digital yakni sekularisme dan individualisme.
RD Fery menekankan pentingnya menjadi katekis dan pendidik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berkarakter, beriman, dan mampu hadir secara relevan di tengah masyarakat.
“Jadilah sarjana yang tidak hanya update status di media sosial, tetapi juga update iman dan pengetahuan,”katanya.
Sementara itu Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, SH,MH yang hadir perdana dalam pelaksanaan wisuda dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para wisudawan.
Bupati juga mengingatkan akan tanggung jawab lulusan Pendidikan Keagamaan Katolik sangat besar karena menyangkut pembinaan iman dan moral generasi masa depan.
“Jangan hanya menjadi orang pintar, tetapi jadilah manusia yang membawa kebaikan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Ende berharap para lulusan hadir sebagai penuntun nilai di tengah tantangan dunia digital yang kian kompleks,”katanya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Drs. Suparman, S.E., M.Si mengatakan bahwa para wisudawan bukan hanya dinyatakan lulus, tetapi diutus.
Drs Suparman bahwa STIPAR Ende di tahun 2026 telah meluluskan 175 sarjana, terdiri dari 14 laki-laki dan 161 perempuan dan mereka ini menjadi bagian intergral dari total 2.430 lulusan sepanjang sejarah STIPAR Ende.
Drs Suparman secara khusus memberikan apresiasi tema wisuda yang menekankan kolaborasi dan karya kontekstual, seraya mengingatkan bahwa dunia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang yang berbuah nyata.
“Ilmu dan iman harus hadir dalam tindakan konkret bagi masyarakat,”ujarnya.
Dan pada bagian akhir mewakili Uskup Agung Ende, Romo Vikaris Jenderal KAE, RD Fery Dedhu mengatakan bahwa pelaksanaan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penegasan atas perjuangan, ketekunan, dan pengorbanan panjang.
“Gereja bersyukur karena STIPAR Ende kembali menghasilkan 175 sarjana pendidik Agama Katolik dan katekis yang siap mewartakan Injil,”katanya.
RD Fery mengingatkan bahwa dunia dewasa ini membutuhkan pribadi-pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi terutama berhati nurani.
“Gelar akademik adalah awal dari panggilan pelayanan. Ilmu yang diperoleh harus menjadi berkat bagi masyarakat, Gereja, dan bangsa,”katanya.



