Pendidikan

Mantap, Siswa SD di Kabupaten Sikka Ini Dibiasakan Membaca 15 Menit Sebelum KBM

MAUMERE, GlobalFlores.com –    Siswa/I SDK Watupedar  budayakan  membaca  sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  semenjak kepemimpinan  Ermelinda Nona Erna SPd.Sd  tahun 2019.  Siswa diwajibkan 15 menit membaca  sebelum KBM.

Hal ini disampaikan, Erna, Sabtu (16/9/2023) usai peresmian Taman Baca Masyarakat (TBM) dan peluncuran buku Antalogi Siswa di Desa Watumerak, Kecamatan Doreng.

Erna menjelaskan bahwa,  setelah mendapat  sosialisasi oleh Adrianus Bareng selaku sosialisator tingkat Kabupaten Sikka, maka  Erna mewajibkan untuk menerapkan literasi di sekolahnya diantaranya, literasi pembiasaan, literasi  tim pengembangan dan literasi pembelajaran. 

Sementara literasi pembiasaan kata Erna,  sudah diterapkan yakni menjalankan membaca 15 menit sebelum KBM.

Hasil dari membaca kata Erna,  siswa mulai dibiasakan untuk membuat resume dari buku yang dibaca.

Erna mencontohkan,  anak kelas 1, 2 dan 3 tokoh – tokoh dalam buku yang dibaca siswa.  Sementara untuk kelas 4 hingga kelas 6,  siswa mulai ditugaskan untuk menulis isi ringkas dari buku yang dibaca.

Siswa kata Erna terus didorong untuk menulis, hingga akhirnya mendapat sosialisasi oleh sosialisator  yang menginformasikan bahwa ada perlombaan menulis di Solo, tentang  gerakan menulis buku nasional,  dimana siswa  menulis puisi dari hasil buku yang dibaca, kemudian dituangkan puisi.

Tim literasi yang telah dibentuknya kata Erna, kemudian dikumpulkan dan dikoreksi oleh guru koordinator, bila  terdapat kesalahan akan langsung diperbaiki.  Siswa yang menulis disyaratkan berjumlah 50 orang, sementara jumlah siswa di SDK Watupedar itu hanya berjumlah 59 orang.

“Setiap siswa diarahkan untuk bisa menulis  dua hingga tiga karya tulis, sehingga  jumlahnya mencapai 50 karya tulis.  Dari 50 karya tulis dijadikan menjadi satu buku. Jadi didalamnya adalah  merupakan rangkuman dari siswa/I sebanyak  50 orang,” kata Erna.

Dari 34 propinsi  seluruh  Indonesia yang mengikuti lomba menulis, panitia mengambil 100 besar,  dari 100 besar itu  SDK Watupedar mendapat rangking ke-26.

Dalam satu  setahun lanjut Erna, SDK Watupedar  sering mengikuti perlombaan  empat hingga lima kali.  Namun karena kekurangan dana maka dalam satu tahun hanya menghasilkan satu buku.

Sejumlah judul buku yang dihasilkan berdasarkan tulisan siswa tahun 2020 hingga 2022 diantaranya,  Kata Akhir Untuk Sang Guru,  Teka Iku,  dan Rasa Alamku.  (rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan