Regional

Bencana Banjir Bandang di Mauponggo,Kabupaten Nagekeo dan Pernyataan Soal Helikopter Ala Gubernur NTT

ENDE,GlobalFlores.com – Pernyataan Gubernur NTT, Melki Lakalena yang akan mendatangkan helicopter guna membantu penanganan bencana banjir di Kecamatan Mauponggo,Kabupaten Nagekeo,NTT, ternyata hanya pepesan kosong pasalnya hingga hari ketujuh pasca bencana atau penghentian pencarian oleh Tim SAR,helikopter yang diwacanakan Gubernur NTT tidak pernah muncul untuk membantu proses evakuasi ataupun pendropingan bantuan.

Hal ini dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Elias Jima kepada GlobalFlores.com,Selasa (16/9/2025) di Ende.

Elias mengatakan bahwa jangankan helicopter seorang Gubernur NTT, Melki Laka Lena, pun juga tidak muncul di lokasi bencana karena yang datang ke lokasi bencana, Wakil Gubernur NTT,Jhoni Asadoma.

Terkait dengan rencana Gubernur NTT untuk mendatangkan helikopter, Elias meminta kepada Gubernur agar tidak sekedar pepesan kosong yang menghiasi ruangan public tanpa realisasi.
Menurut Elias seandaianya saat itu Gubernur benar-benar mendatangkan helicopter ke lokasi bencana maka proses pendropingan bantuan akan lebih mudah begitupun penanganan para korban bencana terutama yang mengalami luka berat bisa segera ditangani secara lebih baik ke rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai entah ke Labuan Bajo di RS Siloam ataupun ke Kupang bahkan ke Denpasar,Bali.

Elias mengatakan bahwa terkait dengan helicopter yang akhirnya tidak jadi didatangkan oleh Gubernur NTT,Melki Laka Lena sampai dengan penghentian waktu pencarian oleh tim SAR, Elias mengatakan bahwa hal tersebut dianggap sudah selesai karena memang kenyataanya tidak jadi didatangkan.

Yang terpenting saat ini ujar Elias adalah proses penanganan pasca bencana kepada para korban seperti pengembalian trauma maupun pemulihan ekonomi agar para korban kembali “bangkit” dari keterpurukan.

“Pemerintah baik kabupaten maupun provinsi juga harus segera hadir memberikan solusi kepada masyarakat seperti memberikan bantuan stimulun untuk modal usaha maupun pembersihan material banjir di sawah-sawah agar bisa kembali diolah di kemudian hari,”katanya.
Juga memberikan bantuan material untuk pembangunan kembali rumah yang terbawa banjir.

Selain itu ujar Elias demi keberlanjutan pendidikan orangtuanya yang anak-anaknya menjadi korban banjir, pemerintahpun harus segera mencari solusi seperti pembebasan dari kewajiban pembayaran mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

“Logika sederhananya darimana orangtuanya mendapatkan uang untuk membayar uang sekolah sementara yang menjadi sandaran hidup mereka seperti sawah dan ladang maupun ternak serta rumah tersapu banjir,”kata Elias.

Pemerintah segera bergerak cepat melakukan pendekatan dengan pihak lembaga pendidikan,ujar Elias.

Sementara itu informasi yang dikumpulkan dari Mauponggo menyebutkan bahwa warga di daerah itu telah menantikan kedatangan helicopter yang diwacanakan oleh Gubernur NTT.

“Iya warga sudah menyiapkan lapangan pendaratan di Lapangan Sepakbola Wolosambi tapi helinya tidak jadi datang,”kata Warga Mauponggo,Yonis Meo.

Sebagaimana diberitakan di media, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena tak menunggu lama. Malam sebelumnya, ia menggelar rapat darurat bersama Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, BPBD NTT, serta anggota DPRD setempat. Dari Kupang, Gubernur Melki langsung menghubungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, meminta bantuan helikopter untuk menjangkau desa-desa yang kini terjebak isolasi.

“Logistik sudah mulai masuk, tapi kita butuh heli karena jalan tidak bisa dilalui. Ada 10 desa terputus total,” kata Gubernur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan