Regional

7 Warga Kabupaten Sikka Jadi  Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Kalimantan Dipulangkan

MAUMERE, GlobalFlores.com  – Sebanyak 7 orang warga Kabupaten Sikka menjadi  korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kalimantan dan kini 7 orang tersebut telah dipulangkan ke Kabupaten Sikka dan tiba di Pelabuhan  L. Say  Maumere menggunakan KM Bukit Siguntang, Jumat (26/4/2024).

Setelah tiba di Pelabuhan L. Say Mamere  7  orang yang diduga  korban kasus TPPO ini, dijemput  dua tim penjangkau yakni Truk-F dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka,Rudolfus Ali bersama timnya. 

Dari Pelabuhan L. Say Maumere korban dan kedua tim kemudian menuju Kantor Dinas Sosial  Kabupaten Sikka untuk beristirahat.

Dalam konfrensi pers Sabtu (27/4/2024) dini hari  pimpinan Truk-F Maumere, Suster Fransiska Imakulata SSpS. SH, menjelaskan bahwa sejak tanggal 3 April 2024 jaringan Truk-F, JPC SVD Ende, Puslit Chandradtya dan KPKC Keuskupan Maumere, mendapat berita melalui media sosial tentang kasus dugaan  TPPO yang menimpa 72 orang warga Kabupaten Sikka.

Langkah yang dilakukan jaringan dalam kasus tersebut kata Suster Ika  yakni melakukan pendampingan terhadap isteri korban almarhum Jodimus Moa Kaka , dalam bentuk pendampingan hukum pada tanggal 4 dan 5 April 2024 di Polres Sikka serta memberikan perlindungan di Shelter Santa Monica.

Disaat melakukan pendampingan terhadap isteri korban, jaringan HAM danb Pemkab  Sikka  mengirim tim penjangkauan ke Kalimantan Timur, yakni Falentius Pogon SH, Pater Kamilus Demo Bagang SVD  untuk memastikan keberadaan korban yang telah diberangkat ke Kalimantan Timur, tepatnya  di Kabupaten Kutai Barat.

Ika menambahkan, tim diberangkatkan pada 11 April 2024 dan tiba di Kutai Kertanegara  pada 12 April.  Setelah berkoordinansi dengan pihak Keuskupan Samarinda, JPIC SVD peovinsi Jawa  serta Pastor Paroki Jambi, Vinsensius  MSF dan Elias Sengsara di Kutai Barat,  kemudian dilanjutkan perjalanan yang berjarak  80 Km  ke lokasi dimana korban berada.

Untuk diketahui Elias Sengsara  merupakan diakon awam yang berasal dari Kabupaten Sikka yang juga bersama  tim menuju lokasi.  

Pada 14 April 2024  tim berhasil membawa 6 orang korban berinisial   PA, YRD, HKB, HYY, HH dan ANL,  keluar dari lokasi menuju Stasi Santa Elisabeth Belusu, salah satu stasi di Paroki Lambi dan dan untuk sementara  ditampung di stasi tersebut.

Pada  22 April 2024, tim menjemput anak korban  almarhum Jodimus Moan Kaka berinisial FMK di Desa Lombe, Kecamatan Kembang Jambut, Kabupaten Kutai Kertanegara.

Pada  24 April, tim dan ketujuh korban berangkat dari Pelabuhan Balikpapan menuju Pelabuhan Lorens Say Maumere dan tiba pada tanggal 26 April 2024. ( rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan