Regional

Korban TPPO Meninggal,PMKRI Maumere Desak Polres Sikka Tangkap Pelaku

MAUMERE, GlobalFlores.com  –Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia  (PMKRI) Maumere mendesak Polres Sikka menangkap pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyebabkan warga  asal Hoder, Kecamatan Waegete atas nama,Yodimus Moan Kaka, diduga ditelantarkan hingga akhirnya meninggal dunia di Kalimantan.

Menyikapi kasus itu PMKRI Maumere menggelar aksi demo dan mendesak Polres Sikka  menangkap pelaku sindikat TPPO,  Sabtu, (6/4/2024) sekitar pukul. 16.00 Wita. 

Aksi yang dilakukan PMKRI ini merupakan bentuk  belangsungkawa  terhadap meninggalnya Yodimus Moan Kaka atas kejahatan TPPO yang diduga dilakukan oleh calo atas nama Y  alias J, yang juga merupakan  salah seorang Calon Legislatif (Caleg)  yang lolos dalam Pemilihan Legislatif 2024.

Seperti disaksikan terlihat puluhan mahasiswa PMKRI  Maumere melakukan long march dari margasiswa menuju Polres Sikka.

Dalam perjalanan menuju Polres itu PMKRI juga menggelar teatrikal yang menggambarkan kasus TPPO kemudian menyalakan lilin di depan Polres Sikka.

Dalam aksi tersebut Germas PMKRI Maumere, Ellygius Mario Pablo Tani, menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya, mendesak Polres Sikka untuk segera menahan dan memeriksa yang diduga sebagai  calo,  atas dugaan sindikat  TPPO yang menimbulkan kematian seorang warga Hoder.

Selain itu, mendesak Polres Sikka segera memeriksa para tersangka yang di duga turut serta dalam sindikat tindak pidana perdagangan orang. 

PMKRI juga mendesak Polres Sikka agar dalam menjalankan proses penegakan hukum harus bekerja secara maksimal sesuai dengan prosedural hukum yang berlaku.

Mario mengatakan bahwa PMKRI Maumere secara moral akan selalu mengawal proses penegakan hukum yang saat ini ditangani oleh Polres Sikka.

Sementara itu, ketua Presidium PMKRI Kornelius Wuli pada saat yang sama  juga menilai Pemerintah Kabupaten Sikka telah gagal dalam menjalankan amanat Perpres No 49 Tahun 2023.

“Baik kepolisian maupun pemerintah perlu memperhatikan keselamatan para korban lainnya yang saat ini masih berada di tanah perantauan Kalimantan,”kata Kornelius.

Menanggapi  tutuntan PMKRI Maumere ini, Polres Sikka  melalui Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Jumpatua Simanjorang, mengaku sudah menangani kasus tersebut bahkan sudah masuk pada tahapan penyidikan dan tengah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

“Kami tentu berharap yang sama supaya kasus ini cepat selesai dan terungkap. Saya mengajak  masyarakat Kabupaten Sikka beserta rekan-rekan PMKRI selalu membantu mengawal kasus tersebut hingga tuntas,”katanya.(rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan