Religi

Barang Siapa Meninggikan Diri Akan Direndahkan

Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende.

SEMANGAT PAGI, Sudah kah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama.

Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu bahagia! Pada hari ini, gereja katolik sejagat memperingati Santo Karolus Borromeus, Uskup.

Dan renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 14: 1. 7 – 11, yakni tentang Tempat Yang Paling Utama Dan Yang Paling Rendah.

Yesus mengangkat perumpamaan ini untuk mengkritik atau pun mengecam orang orang Farisi dan ahli ahli Taurat yang sombong, yang angkuh, yang tinggi hati, yang selalu ingin dihormati dan dihargai, dan ingin selalu duduk di barisan paling depan di rumah rumah ibadah, atau pun ditempat tempat umum.

Mengapa mereka bermental seperti itu? Karena mereka merasa dirinya orang penting, orang terhormat, orang terpandang.

Oleh karena itu, dengan mengangkat perumpamaan tentang menghadiri perjamuan perkawinan, Yesus mau mengajarkan kepada orang orang Farisi dan ahli ahli Taurat tentang kerendahan hati dan kesahajaan hidup, yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin atau pemuka atau tokoh agama. Yesus bersabda: ” barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan”.

Jadi, setinggi apapun jabatan, titel, gelar, yang kita sandang, kita tetap harus selalu rendah hati. Bagaimana dengan kita?  Dalam hidup sehari-hari, terkadang kita saat rapat atau pertemuan, atau saat hadir digereja, kapela, kita selalu mencari tempat dipaling belakang, bukan karena kita mau menunjukkan sikap rendah hati, tetapi biar kita bisa tidur.

Dan tidak selamanya yang duduk di depan adalah orang yang sombong, maka dalam hal ini sangat tergantung pada motivasi.

Dengan demikian, perumpamaan Yesus ini, mau mengatakan bahwa pentingnya sikap kerendahan hati dan tidak jatuh dalam motivasi yang rendah serta menyombongkan diri dan mencari kehormatan.

Yesus meminta kita untuk menyangkal diri terhadap kecenderungan untuk dihormati, untuk menjadi orang penting dan orang terpandang.

Dan hendaklah kita dihormati dan dihargai, karena kita terlebih dahulu menghormati dan menghargai orang lain.

Akhirnya, orang akan menghormati dan menghargai kita, karena sikap kerendahan hati, dan kesahajaan hidup kita. Orang yang rendah hati, dan orang yang sahaja hidupnya, pasti akan dihormati, dihargai dan dimuliakan orang lain.

Semoga demikian. Selamat berakhir pekan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan