Regional

Kantor Desa Lowolabo,Kecamatan Paga,Kabupaten Sikka Disegel Warga,Kenapa ?

MAUMERE,GlobalFlores.com- Kantor  Desa Lowolabo yang baru dimekarkan dari desa  induk,  Desa Paga  disegel  warga selaku  pemilik tanah terkait dengan proses perekrutan  perangkat desa baru,  Selasa (29/8/2023).

Hal ini disampaikan Camat Paga, Arkadius Senalis Bella, Kamis (31/8/2023) di Maumere.

Arkadius menjelaskan,  bahwa peristiwa penyegelan kantor desa tersebut disebabkan oleh ketidakpuasan pemilik tanah yang protes dengan perekrutan dua staf desa yang baru oleh penjabat kepala desa.

Akibat penyegelan kantor desa tersebut kata Arkadius,  menyebabkan pelayanan bagi masyarakat menjadi terhambat.

 “Karena merasa tidak puas, maka pemilik tanah minta supaya kantor desa segera dikosongkan, “kata  Arkadius.

Proses perekrutan perangkat desa itu dilakukan lanjut Arkadius,  lantaran masih ada dua posisi jabatan perangkat desa yang lowong, yakni, Kepala Seksi Pemerintahan (Kasie Pem) dan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasie Kesos).

Agar posisi jabatan perangkat desa yang lowong terisi, maka penjabat kepala desa melakukan proses perekrutan  dengan merekrut salah satu kepala dusun ( Kadus )  untuk menduduki posisi jabatan Kasie Pem.

“Ini karena Kasie Pem sebelumnya mengundurkan diri  yang dibuktikan  dengan surat pengunduran diri. Atas dasar surat pengunduran diri itu  maka penjabat Kades Lowolabo merekrut salah satu kepala  untuk menduduki jabatan Kasie Pem,”kata Arkadius.

Arkadius menambahkan, dari sejumlah perangkat desa termasuk Kadus,  salah satu Kadus itu dianggap cakap dan memiliki kopetensi sehingga penjabat Kades Lowolabo merekrutnya untuk menduduki jabatan Kasie Pem.

” Untuk posisi jabatan Kasie Kesos, kita akan usul untuk direkrut sesuai dengan tahapan-tahapan, dan mekanisme yang berlaku, “kata Arkadius.

Adanya penyegelan kantor des aitu kata Arkadius, maka pelayanan terhadap masyarakat terpaksa dilakukan di salah satu rumah dinas camat yang selama ini tidak dimanfaatkan.  

Agar roda pemerintahan tetap berjalan maka perangikat desa dan BPD  kemudian berinisiatif meminta rumah dinas camat digunakan untuk memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat.

Arkadius jga mengaku bahwa selama ini, rumah camat  tidak digunakan, namun demikian Arkadius menyarankan agar pemerintah desa harus menyurati  pihak kecamatan  agar dapat dilaporkan kebagian asset, sehingga secara resmi tanah dan bangunan dapat dipinjam pakai oleh pemerintahan desa.

“Saya sarankan agar Penjabat Kades Lowolabo menyurati pihak kecamatan, sehingga bisa dilaporkan kebagaian asset, bahwa tanah dan bangunan dipinjampakaikan untuk kantor desa,”kata Arkadius.

Arkadius  juga mengaku  akan membicarakan dengan pemilik tanah untuk membuka segel sehingga keberaadan kantor desa bisa berfungsi guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. (rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan