Regional

Malu Karena Digauli Hingga Melahirkan Seorang Wanita di Pemana,Kabupaten Sikka Meninggal Dunia

Malu Karena Digauli Hingga Melahirkan Seorang Wanita di Pemana,Kabupaten Sikka Meninggal Dunia

MAUMERE,GlobalFlores.com- (H),seorang wanita di Desa Pemana,Kabupaten Sikka,NTT meninggal dunia lantaran malu atas aib yang dialaminya dan stres karena memiliki anak diluar nikah.

Kepala Dinas ( Kadis)  Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (DP2KBP3A)  Petrus Herlemus mengatakan hal itu Rabu (14/6/2023)  di Maumere.

Petrus menegaskan bahwa, setelah dimutasikan  sebagai Kadis DP2KBP3A, ia kemudian memanggil kepala Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan untuk mempresentasikan sejumlah kasus yang belum dituntaskan. 

Dalam presentasi tersebut ada salah satu kasus yang cukup menarik yakni kasus yang berasal dari Desa Pemana, Kecamatan Alok.

Kasus yang terjadi di Desa Pemana itu kata Petrus, dinilai cukup menarik lantaran, perempuan yang digauli laki-laki dari desa tersebut tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya sejak bayi hasil hubungan gelapnya dilahirkan.

Perempuan yang digaulinya itu ditelantarkan, bahkan anak hasil hubungan gelapnya itu juga dibiarkan tanpa ada penanggungjawabnya. 

Atas laporan yang disampaikan itu Petrus selaku Kadis  DP2KBP3A  akan bertindak tegas  dan menuntaskan semua kasus yang berkaitan dengan pelecehan, dan penelantaran  terhadap pertempuan dan anak di wilayah Kabupaten Sikka.

Menurut Petrus  pihak korban juga telah melakukan pengaduan  kasus penelantaran dan pelecehan perempuan dan anak  itu ke Kantor Desa Pemana.

Di Desa Pemana  pelaku bersepakat dan menandatangani untuk bertanggungjawab terhadap anak yang dilahirkan.

Namun setelah anak dilahirkan dan ibu bayi tersebut, mengalami sakit dan stress lantaran malu atas aib yang dialaminya akibat perbuatan pelaku,  akhirnya meninggal dunia. 

Terhadap peristiwa itu pelaku yang diketahui bernama Rizky, tidak pernah menggubrisnya bahkan kesepakatan dibuat di kantor desa Pemana di hadapan kepala desa sendiripun tidak ditanggapinya.

Terhadap kasus  yang dialami H  dan bayinya itu, lanjut Herlemus pelaku tetap akan ditindak tegas, dan pastikan hingga tuntas.

Oleh karena itu Petrus memberikan tiga poin penting  yang harus segera dilakukan oleh pelaku.

Tiga poin penting itu diantaranya,  pelaku mengakui bahwa itu adalah anaknya, pelaku  menyanggupi biaya hidup anak dan kesepakatan biaya hidup anak minimal Rp 450.000 per bulan dana akan ditambahkan sesuai dengan rezeki yang diperoleh dari  pelaku.

“Pelaku harus bertanggungjawab terhadap kehidupan anak sejak dilahirkan. Sesuai kesepakatan bahwa pelaku menyanggupi untuk dibayar Rp 450.000 perbulan, maka harus  dituntaskan,”katanya.

Petrus juga mengaku sudah mendapat keterangan lengkap dari keluarga korban. Oleh karenannya pihak dinas  akan menanggani terkait perlindungan anak dan perempuan. Dinas juga kata Herlimus   akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Menurutnya negara hadir untuk melindungi anak dan perempuan, oleh karenanya negara tidak boleh kalah akibat perbuatan yang melecehkan  perempuan dan anak. (rel )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan