Keluarga Korban Penganiyaan Oknum Lanal Maumere Laporkan Ayah Pacarnya ke Polisi
MAUMERE, GlobalFlores.com – Terkait penganiayaan yang dilakukan oleh 3 oknum anggota Lanal Maumere, terhadap Andreas Wiliam Sanda, keluarga korban melalui kuasa hukum Viktor Nekur SH dan Tobias Tola SH, melaporkan Petrus Dey yang merupakan ayah dari pacarnya ke Polres Sikka, Senin (5/6/2023).
Laporan itu dilakukan karena Petrus diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Andre pada Sabtu (27/5/2023).
Viktor Nekur dalam konfrensi pers usai melaporkan Petrus Dey ke Polres Sikka itu menjelaskan bahwa, berdasarkan pengakuan korban Andre bahwa sebelum penganiayaan yang dilakukan oleh 3 oknum anggota Lanal Maumere, Petrus melakukan penganiayaan dengan menendang dan memukul Andre menggunakan helm pada bagian kepala di kost salah seorang teman Andre.
Penganiayaan yang dilakukan Petrus Dey itu disaksikan langsung oleh teman Andre sendiri yang ketika itu berada di kost tersebut.
“Penganiayaan itu ada saksinya yaitu teman Andre sendiri, dan saksipun sudah memberikan keterangan kepada polisi,”kata Viktor.
Viktor menambahkan, bahwa penyidik akan mengembangkan BAP dan diharapkan dapat mengungkapkan keterlibatan pihak lain yakni ibu dari kekasihnya Andre, Paman kekasihnya dan nenek kekasihnya yang ketika itu menjadi saksi dalam penganiayaan terhadap Andre di rumah Petrus Dey.
“Pada saat penganiayaan terhadap Andre di rumah Petrus Dey itu diduga disaksikan oleh ibu, paman dan nenek kekasihnya, hal itu terbukti dengan penyiapkan balsam merek Kaliga yang digunakan untuk menggosok kelaminnya Andre dan juga menyiapkan selang yang digunakan untuk memukul Andre,”kata Viktor.
Pada saat yang sama ayah kandung Andre , Grefgorius Sanda yang ikut dalam pelaporan itu berharap agar proses hukum ditegakkan secara adil dan mendesak untuk bertindak tegas kepada para pelaku yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.
“Kami berharap peristiwa ini untuk terakhir kalinya, tidak ada lagi korban Andre- Andre lainnya di Kabupaten Sikka ini, kami minta agar prose hukum ditegakkan seadil adilnya dan memproses hukum kepada para pelaku yang terlibat dalam penganiayaan Andre,”kata Gregorius.
BAP tidak dapat dilanjutkan lantaran korban Andre mengeluh sakit pada tulang rusuk baagian kiri dan oleh polisi BAP akan dilanjutkan pada, Kamis (8/6/2023) (rel )