Religi

Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende,Sabtu (11/3/2023)

Judul Renungan hari ini: Bangkit Dan Pergi Kepada Bapa.

SEMANGAT PAGI, dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan Perumpamaan Tentang Domba Yang Hilang dan Perumpamaan Tentang Anak Yang Hilang (Luk. 15: 1 – 3. 11 – 32). Dua Perumpamaan ini, baik tentang domba yang hilang maupun anak yang hilang adalah gambaran manusia yang berdosa. Bahwa akibat dosa, maka manusia menjadi tersesat. Maka, Yesus sebagai Sang Gembala sejati, datang ke dunia untuk menyelamatkan domba yang tersesat. Dan betapa bahagianya Sang Gembala yang adalah sebagai pemilik domba, ketika domba yang tersesat di temukan kembali. Demikian pula dengan anak yang hilang, yang tersesat akibat dosa. Namun, dia sadar akan perbuatannya. Maka, ia bangkit dan pergi kepada bapanya, dan berkata: ” bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa“. Yang luar biasa adalah anak bungsu ini saat ia sadar akan perbuatannya, ia bangkit dan pergi. Itu artinya ia meninggalkan manusia lamanya dan mengenakan manusia baru. Ia pulang ke rumah bapanya, ia mengakui dosa dan kesalahannya, dengan berkata: ” bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa“. Namun, kerinduan anak bungsu untuk pulang, pun juga sangat dirindukan oleh bapa nya. Oleh karena itu, setiap saat bapanya merindukan putera bungsunya pulang. Sepertinya bapanya melupakan kelakuan dan perbuatan anak bungsunya itu. Ia membuka tangannya lebar lebar untuk menerima anaknya kembali ke pelukan kasihnya. Sebab, ia mengasihi anaknya. Bagaimana dengan kita? Kita pun tidak luput dari dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, kita belajar dari anak yang bungsu dalam bacaan Injil hari ini, yakni bahwa kita tidak cukup hanya dengan sadar dan niat atas dosa dan kesalahan kita, melainkan kita harus berani bangkit dan pergi, seperti anak bungsu. Berani bangkit dan pergi bermakna meninggalkan cara hidup manusia lama dan mulai mengenakan manusia baru. Allah selalu menunggu kita kembali kepada Nya. Seberat atau sebanyak apapun dosa kita, Ia selalu rindu menuggu kita kembali dalam pelukanNya. Karena Ia sangat mengasihi kita, anak Nya yang mau bertobat. Maka, mari kita terus selalu sadar dan bangkit serta pergi meninggalkan dan menanggalkan manusia lama kita, dan mulai mengenakan manusia baru…. Semoga demikian. Selamat Berakhir Pekan πŸ™πŸ™

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan